
PRESMEDIA.ID, Bintan- Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) RI Sandiaga Uno dan gubernur Kepri Ansar Ahmad, menyambut kedatangan wisatawan mancanegara (wisman) pertama tahun 2024 ke Provinsi Kepulauan Riau di Pelabuhan Bandar Bentan Telani, Lagoi, Kabupaten Bintan, Senin (1/1/2024) pagi.
Turut menghadiri penyambutan di antaranya Bupati Bintan Roby Kurniawan, Kepala Dinas Pariwisata Kepri Guntur Sakti, Asisten Ekonomi dan Pembangunan Kepri Luki Zaiman Prawira, Wakil Bupati Bintan Ahdi Muqsith, Kapolres Bintan AKBP Riky Iswoyo, Dandim 0513 Bintan Letkol Inf Eka Ganta Chandra, dan GGM PT.Bintan Resort Cakrawala Abdul Wahab.
Penyambutan wisman ini ditandai dengan pengalungan bunga dan pemasangan tanjak oleh Menparekraf Sandiaga Salahudin Uno bersama Gubernur Ansar Ahmad dan Bupati Bintan Robby Kurniawan.
Menparekraf dalam sambutannya mengatakan, Kepulauan Riau merupakan Provinsi yang kunjungan wismannya terbanyak ketiga secara Nasional, setelah Jakarta dan Bali.
Dengan destinasi wisata luar biasa, seperti Lagoi Bay dan Treasure Bay, Pantai Trikora, Bukit Pasir di Desa Busung, Desa Wisata Poyotomo dan Ekang Anculai di Bintan, serta  Vihara Patung Seribu yang ada di Tanjungpinang, menjadikan Pulau Bintan Provinsi Kepri kawasan wisata yang sangat menarik untuk dikunjungi.
Sandiaga Uno: Tarif Short VOA Wisman ke Kepri Tinggal Finalisasi
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno jua mengatakan, pemerintah pusat saat ini tengah merampungkan finalisasi pembahasan penurunan tarif Visa on Arrival (VoA) dalam mendorong pertumbuhan kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).
“Usulan bebas visa kunjungan (Visa on Arrival/VoA) yang diajukan Pemprov Kepri saat ini telah berada di meja Menteri Keuangan. Semoga bisa terwujud sehingga menjadi kado tahun baru untuk Kepulauan Riau,” ujar Menteri Sandiaga Uno saat menyambut kedatangan Wisman Perdana tahun 2024 di Pelabuhan Internasional Bintan Beach Telani (BBT) Lagoi kabupaten Bintan Senin (1/1/2024).
Dengan kebijakan pusat terhadap VOA di Kepri itu, Sandiaga berharap, penurunan tarif VoA itu nantinya, tidak hanya untuk wisman Singapura atau Asean, tetapi juga untuk ekspatriat yang ingin menjelajahi keindahan Kepri dengan biaya lebih terjangkau.
Sandiaga juga mengatakan, dengan demografi kedekatan Kepri dengan negara tetangga, Singapura dan Malaysia, sebagian besar wisman yang datang dan berkunjung ke Batam dan Bintan serta darah lainya di kepri Kepri, memiliki masa tinggal yang relatif singkat, bahkan ada yang hanya datang untuk sehari, kemudian langsung pulang dengan kapal cepat dari Lagoi atau Batam ke Singapura.
Dengan kondisi ini lanjut Sandiaga, sangat mendukung kunjungan wisman dan pertumbuhan ekonomi lokal. Demikian juga dengan masa tinggal, setidaknya wisman yang telah datang dengan short Visa, akan memperpanjang kunjungannya, jika mereka tertarik dan ingin menjelajahi desa-desa wisata lokal di Kepri.
“Harapan kita, dengan fasilitas ini, akan memberikan dampak positif pada pelaku wisata dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kepri,” ujarnya.
Sebelumnya, Gubernur Kepulauan Riau (Kepri) Ansar Ahmad telah mengajukan kebijakan bebas Visa on Arrival (VoA) untuk wisatawan asing yang mengunjungi Kepri. Ansar mengungkapkan bahwa kebijakan VoA dengan persyaratan kunjungan minimal dan tarif yang ditetapkan telah menyebabkan penurunan minat wisman berkunjung ke Kepri.
Atas hal itu, Ansar mendorong pemerintah pusat untuk memberikan kelonggaran dengan menghapuskan Visa on Arrival (VoA) atau memberlakukan short visit visa jika penghapusan VoA tidak memungkinkan.
“Short visit visa dapat menjadi opsi menarik dengan biaya lebih rendah untuk menambah daya tarik wisatawan asing yang ingin menikmati liburan singkat atau acara wisata pendek selama 3,5 hingga 4 hari di Kepri,” pungkasnya.
Penulis:Presmedia
Editor :Redaksi