Selain COVID-19, Masyarakat Diimbau Waspadai Virus Nipah

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kepri M Bisri. F Doc Presmedia.Id
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kepri M Bisri. (F_Doc_Presmedia.Id)

PRESMEDIA.ID, Tanjungpinang – Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Kepulauan Riau, Mohammad Bisri, mengimbau seluruh masyarakat mewaspadai ancaman virus nipah dari negara tetangga Malaysia. Hal tersebut mengingat Kepri dan Malaysia berbatasan secara langsung.

Menurutnya, virus tersebut berpotensi menyebar ke Indonesia melalui perantara hewan ternak babi dan kelelawar pemakan buah dari Malaysia.

“Dari beberapa hasil penelitian menunjukkan adanya kelelawar buah yang bergerak secara teratur dari Semenanjung Malaysia ke Pulau Sumatera atau melalui perdagangan babi ilegal dari Malaysia ke Indonesia,” ungkapnya, Selasa (2/2/2021).

Ia menerangkan, virus nipah pertama kali ditemukan pada tahun 1998, saat terjadinya wabah di Malaysia. Virus tersebut diketahui menginfeksi babi, kemudian menularkannya ke manusia.

”Kasus ini, telah memakan korban jiwa hingga jutaan orang pada 1999. Nama virus tersebut juga diambil dari sebuah desa di Malaysia yang bernama Sungai Nipah,” terang Bisri.

Oleh karena itu, Bisri mengingatkan masyarakat terutama anak-anak agar tidak mengkonsumsi buah-buahan yang pernah digigit hewan, terutama hewan kelelawar. Selain itu, saat membeli buah-buahan di pasar diimbau agar dibersihkan sebelum dikonsumsi.

“Virus nipah memang belum dilaporkan terjadi di Indonesia, khususnya Kepri. Tapi kita wajib waspada, apalagi WHO menyatakan kalau virus ini berpotensi jadi pandemi,” kata Bisri.

Untuk mewaspadai virus nipah ini masuk ke Kepri, Bisri mengajak semua pemangku kepentingan terkait, seperti Kantor Kesehatan Pelabuhan dan Balai Karantina Pertanian dapat memperketat arus lalu lintas penumpang dan barang di pintu masuk Kepri.

“Mereka gerbang terdepan untuk menjaga agar virus apapun dari luar negeri tidak masuk ke daerah kita,” demikian Bisri.

Penulis: Ismail
Editor: Ogawa