Sembilan Ekor Kambing Warga di Jalan Singkong Tanjungpinang Mati Mendadak

Kandang Kambing Edi Warga Jalan Singkong, Sebanyak 9 kambing di Kandang ini Mati, Kendati demikian belum diketahui penyebabnya. (Foto:Roland)
Kandang Kambing Edi Warga Jalan Singkong, Sebanyak 9 kambing di Kandang ini Mati, Kendati demikian belum diketahui penyebabnya. (Foto:Roland)

PRESMEDIA.ID, Tanjungpinang – Sebanyak 9 (sembilan) ekor Kambing di peternakan warga Jalan Singkong Tanjungpinang timur mati mendadak. Kematian Kambing ini belum dipastikan Karantina Pertanian.

Atas kejadian ini, Balai Karantina Pertanian Kelas II Tanjungpinang telah menyegel empat kandang Kambing warga peternak tersebut sejak Jumat (12/8/2022).

Pemilik ternak Kambing Edi mengatakan, pemilik kandang peternakan itu adalah Chandra. Dia hanya menitipkan Kambingnya di Kandang itu setelah sebelumnya didatangkan dari Tanjung Batu.

“Hewan ternak ini baru kita datangkan 60 ekor dari Tanjung Batu Karimun pada Jumat lalu melalui Pelabuhan Tanjung Moco Dompak,” kata Edi saat ditemui di Peternakan Chandra, Senin(15/8/2022.

Setelah ternak Kambing tiba, Balai Karantina selanjutnya melakukan penyegelan kandang miliknya.

Edi menyampaikan bahwa segel itu untuk Karantina hewan ternak selama 14 hari.

Namun sejak didatangkan dari Jumat Minggu lalu, hingga saat ini sudah 9 kambing yang mati dikandang.

“Udah 9 ekor Kambing mati. Lima diantaranya mati di atas kapal,” ujarnya.

Ia menduga bahwa kambing itu mati karena kelelahan dalam perjalanan dari Tanjung Batu. Ia mengaku berani membeli kambing itu, karena masih dalam satu Provinsi Kepri.

Edi mengatakan, sejumlah kambing yang didatangkan itu untuk di jual di Tanjungpinang karena permintaan hewan kambing saat ini sangat tinggi karena stock Kambing saat ini kosong.

Kekosongan itu katanya, diakibatkan karena wabah penyakit mulut dan kaki (PMK), sehingga susah dan banyak syarat ketika mendatangkan hewan ternak dari luar provinsi.

“Kalau kambing-kambing ini tidak di Karantina, setengah bulan sudah pasti habis. Kebutuhan banyak yang pesan untuk acara Akikah. Untuk harga saat ini, Rp 3,5 juta hingga Rp 4 juta,” pungkasnya.

Penulis : Roland
Editor : Redaksi