
PRESMEDIA.ID,BINTAN- Hindari korban jiwa akibat sengatan Tawon atau Lebah, sebagai mana yang menimpa almarhum Kasih (3) di Tanjungpinang, dan seorang remaja di Bintan, menjadi urgensi bagi
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk membekali peralatan khusus penanganan lebah dan Tawon.
Kasubag TU UPTD Damkar Bintan Utara, Panyodi mengatakan, lebah beracun banyak dijumpai di wilayah Kabupaten Bintan. Bahkan sarang lebah pernah ditemukan di pemukiman padat penduduk.
�Kemarin kami dihubungi oleh warga Tanjunguban terkait sarang lebah di pemukiman. Karena kami tak ada alat khusus, terpaksa minta bantuan Tim Damkar Kota Tanjungpinang,�ujar Panyodi, Senin,(23/12/2019).
Beberapa pekan lalu lanjutnya, juga ada kasus lebah menyerang warga, lagi-lagi tim Damkar di Bintan tak dapat berbuat apa-apa. Sebab sampai saat ini alat keselamatan dan kelengkapan pembasmi lebah belum ada.
�Seharusnya penanganan dan pemberantasan sarang lebah di pemukiman atau dekat dengan aktivitas manusia harus menjadi perhatian pihak terkait. Kalau tidak kita akan minta bantuan terus,� jelasnya.
Damkar tidak hanya bertugas memadamkan kebakaran rumah dan lahan saja. Tetapi masalah lain seperti penangangan hewan buas, berbahaya dan liar seperti lebah juga menjadi tanggungjawabnya.
Agar penanganan sarang lebah dapat dilakukan, kata Panyodi, minimal masing-masing UPT Damkar memiliki 2 baju khusus untuk penanganan lebah.
�Untuk menangani lebah, personil kami harus terjamin keselamatan dan keamanannya dalam bertugas, maka butuh peralatan khusus yang memadai,�ucapnya.
Penulis:Hasura