Serangan KKB di Papua Pegunungan, Satu Guru Tewas, Enam Korban Luka, TNI Evakuasi 42 Tenaga Pengajar dan Nakes

TNI saat melakukan evakuasi pada korban dan amankan wilayah Distrik Anggruk, Kabupaten Yahukimo, provinsi Papua pegunungan dari serangan brutal KKB. (Foto-Dok Puspen TNI)
TNI saat melakukan evakuasi pada korban dan amankan wilayah Distrik Anggruk, Kabupaten Yahukimo, provinsi Papua pegunungan dari serangan brutal KKB. (Foto-Dok Puspen TNI)

PRESMEDIA.ID– Serangan brutal Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Distrik Anggruk, Kabupaten Yahukimo, mengakibatkan satu orang guru meninggal dunia dan enam orang lainnya mengalami luka-luka.

Menyikapi situasi ini, TNI telah mengevakuasi 42 tenaga pengajar dan tenaga kesehatan (nakes) guna memastikan keselamatan mereka.

Bupati Yahukimo, Didimus Yahuli, mengungkapkan, informasi awal menyebutkan enam guru kontrak tewas dalam insiden tersebut. Namun, setelah aparat TNI-Polri turun ke lokasi, dipastikan hanya satu guru yang menjadi korban jiwa dalam serangan tersebut.

“Saat ini, aparat keamanan telah mengevakuasi para korban dan warga sipil dari wilayah itu,” ujar Didimus dalam keterangan resminya, seperti dilansir ANTARA, Minggu (23/3/2025).

Menurut Didimus, seluruh korban yang terluka kini telah mendapatkan perawatan di RS Marthen Indey. Ia juga menegaskan bahwa korban yang meninggal dunia adalah seorang guru perempuan.

Pemerintah Daerah Yahukimo mengecam keras aksi kekerasan yang dilakukan KKB terhadap tenaga pendidik. Keberadaan guru di wilayah terpencil seperti Anggruk sangat penting untuk mencerdaskan anak-anak, terutama karena wilayah ini berjarak 30 menit penerbangan dari Dekai, ibu kota Kabupaten Yahukimo.

“Semua pihak seharusnya ikut serta melindungi para guru dan tenaga kesehatan di Anggruk serta seluruh wilayah Yahukimo, agar mereka merasa nyaman bertugas meski dengan fasilitas terbatas. Dengan begitu, anak-anak di daerah terpencil bisa tetap mendapatkan pendidikan dan layanan kesehatan yang layak,” tambahnya.

TNI Evakuasi Korban dan Amankan Wilayah

Kapuspen TNI, Brigjen TNI Kristomei Sianturi, menyatakan, TNI telah mengerahkan personel untuk mengevakuasi korban, mengamankan wilayah, serta mendukung pemulihan situasi setelah aksi keji yang dilakukan KKB.

“Akibat serangan ini, satu orang meninggal dunia, enam lainnya terluka, dan fasilitas pendidikan mengalami kerusakan akibat kebakaran,” ungkapnya.

Kristomei menegaskan, TNI tetap berkomitmen dalam melindungi masyarakat, khususnya tenaga pendidik dan tenaga kesehatan yang bertugas di daerah terpencil.

“Kami akan terus berupaya menjaga keamanan dan memastikan bahwa tenaga pendidik dan tenaga kesehatan dapat menjalankan tugas mereka tanpa ancaman dari kelompok bersenjata,” tegasnya sebagaimana dilansir dari infopublik.id.

Penulis:Presmedia
Editor :Redaksi

Sanggahan, koreksi, atau Hak Jawab sesuai UU Pers No. 40/1999 melalui email Redaksi presmedia.id: redaksi.presmed@gmail.com