Syahrul Beber Capaian Kinerja, Weni Pertanyakan Pemberian Seragam Gratis

Ketua DPRD kota Tanjungpinang Yuniarni Pustoko Weni 1
Ketua DPRD kota Tanjungpinang Yuniarni Pustoko Weni.

PRESMEDIA.ID,Tanjungpinang- Ketua DPRD Tanjungpinang, Yuniarni Pustoko Weni mengatakan satu tahun kepemimpinan wali kota dan wakil wali kota H.Syahrul-Hj.Rahma hingga saat ini visi dan misi-nya saat kampanye belum terealisasi. Hal itu kata Weni seperti, janji pemberiaan seragam gratis pada siswa SD dan SMP yang hingga saat ini belum terealisasi.

“Secara pribadi saya katakan, Visi dan misinya belum terealisasi. Dan mudah-mudahan terealisasi dan harus pasti disegerakan seragam gratisnya,”ujar Weni saat ditemui di Kantor DPRD Kota Tanjungpinang,Kamis(17/10/2019).

Weni menambahkan, dari sisi pendanaan, kegiatan pengadaan baju gratis itu sudah teralokasikan di APBD, Namun pelaksanaanya, kendati saat ini sudah masuk satu semeseter belum juga dapat dirasakan masyarakat. Oleh karena itu, lanjut dia, Tahun depan, jika memang alokasi dananya sudah tersedia di APBD, hendaknya pemerintah dapat segera merealisasikan, pada saat hari pertama masuk sekolah, sehingga idealnya anak-anak itu masuk sekolah sudah menerima seragam gratis.

“Dari aspirasi masyarakat kami juga menampung dan menyapaikannya kembali ke pemerintah,”jelasnya.

Ditempat terpisah, Walikota Tanjungpinang, Syahrul mengatakan pengadaan seragam gratis sedang tahap proses penjahitan. Perlu diketahui jika program ini berhasil kata dia, akan menjadi projek se-Indonesia, belum ada pengadaan seperti ini di para penjahit lokal. Seperti Bintan sudah tahun ketiga tetapi pengadaanya diammbil dari konfeksi Jakarta.

“Tapi kami memiliki pikiran uang miliaran rupiah kalau bergerak di Tanjungpinang dapat membantu masyarakat, makanya prosesnya agak lama tapi sudah jalan,”jelasnya.

Disingung dengan pemenang tender CV.Mawadah yang berasal dari Makasar, Syahrul mengatakan, hanya bahanya saja yang diambil dari kontraktor, tetapi untuk penjahiatan dilakukan di tikang jahit lokal Tanjungpunang. “Masalahnya, pejahit lokal tidak memiliki modal untuk membeli bahanya, maka diadakan dari luar,”tutupnya.

Penulis:Roland