
PRESMEDIA.ID, Batam – Kenaikan tarif Kapal Ferry Batam-Singapore dari Rp380,000, menjadi Rp 900,000,- pulang Pergi (PP) atau Rp450,000,- sekali jalan, mendapat keluhan dari masyarakat bahkan warga Singapura yang mengaku sering ke Batam.
Selain menjadi sorotan dan keluhan masyarakat, kenaikan tiket ferry Batam-Singapura ini juga dilaporkan warga ke Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU).
Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Wilayah Kepulauan Riau, juga menyoroti tingginya kenaikan harag tiket ferry Batam-Singapura ini. Kenaikan 120 persen ini kata ketua MTI Kepri Syaiful, sangat tidak wajar dan baru kali ini terjadi sejak tahun 80-an
“Kenaikan tarif tiket Batam-Singapura ini sangat memberatkan masyarakat (warga Indonesia yang memiliki kerabat dan sanak family di Singapura) serta berimbas pada sektor kunjungan Wisatawan,” ujarnya saat diundang Komisi Pengawas Persaingan usaha Republik Indonesia diskusi melalui meeting zoom di Tanjungpinang Selasa (26/3/2024)
Pengamat transportasi di Kepri ini juga mengatakan, jika awalnya alasan kenaikan tarif yang dilakukan operator Feri Batam-Singapura pada Agustus 2022 lalu disebabkan naiknya harga BBM serta menurunnya kapasitas penumpang (Load factor) hingga 50 persen akibat pandemi Covid, hal itu tentu masih dapat diterima.
Namun, dengan kondisi yang sudah stabil saat ini, seharusnya kenaikan tarif yang cukup tinggi itu harus dievaluasi dan bahkan diturunkan dengan perhitungan riil.
“Seharusnya dievaluasi kembali dong, dibuat perhitungan baru sehingga tidak terkesan perusahaan keenakan meraih keuntungan besar sementara masyarakat dan ekonomi Indonesia dirugikan,” tegasnya.
Selain itu lanjutnya, jika dibandingkan tiket Ferry Batam-Singapura dan tiket Ferry Batam-Stulang Laut Malaysia dengan jarak tempuh yang lebih jauh, harganya juga sangat jauh berbeda.
“Tiket Ferry dari Batam-Malaysia dengan jarak tempuh yang lebih jauh dan waktu perjalan 90 menit sebutnya, harga tiketnya hanya sekitar Rp540,000-600 ribu PP. Bahkan disaat Covid kemarin mereka juga mengalami persoalan yang sama, namun kebaikannya hanya 25 persen dari harga tiket semula Rp380-350 sekali jalan, menjadi Rp 540-600 ribu (PP),” sebutnya.
MTI Minta Kementerian Perhubungan RI Menyikapi
Atas hal itu, Syaiful meminta, Kementerian Perhubungan melalui Dirjen Perhubungan Laut selalu pembuat regulasi harus tegas menyikapi harga tiket dan dugaan monopoli transportasi Batam-Singapura di Batam ini.
Karena lanjutnya, masyarakat di Kepri yang notabene memiliki kekerabatan dan saudara di Singapura, juga sudah beberapa kali mengeluhkan harga tiket ini. Demikian juga pelaku pariwisata yang tergabung dalam ASITA Kepri, Kadin, dan bahkan DPRD Batam dan Provinsi Kepri. Bahkan pemerintah Kepri melalui dinas pariwisata juga mengeluhkan tingginya tarif harga tiker ini.
“Kami juga mendapat infromasi, dinas pariwisata provinsi Kepri sebelumya juga pernah mengusulkan, agar tarif tiket kapal ferry Batam-Singapore ini diturunkan. Sebeb, sangat memberatkan masyarakat dan berdampak pada kunjungan wisatawan ke Batam dan provinsi Kepri pada umumnya,” tegas Syaiful.
Untuk diketahui, saat ini terdapat empat agen kapal yang melayani pelayaran Batam-Singapura. Ke empat operator kapal itu adalah Ferry Batam Fast, Kapal Ferry Majestic, Kapal Sindo Ferry, dan Kapal Ferry Horizon yang menuju ke Singapura.
Sementara untuk tarif tiket yang saat berlaku Rp 800.000 hingga Rp830.000 untuk perjalanan pulang pergi (PP) per orang dan untuk tiket sekali jalan di harga Rp450.000 hingga Rp530.000 per orang termasuk pass penumpang Rp 100.000 per orang.
Gubernur Ansar Akan Panggil Operator Speed Feri Batam-Singapura
Di tempat terpisah, Gubernur Kepri Ansar Ahmad juga sangat menyayangkan adanya kenaikan sepihak tiket ferry Batam-Singapura ini. Sebeb kata Ansar, tiket ferry dari Batam ke Singapura itu sebelumnya sudah pernah dinaikan.
Saat itu, pemerintah provinsi Kepri juga sudah meminta agar dilakukan peninjauan, namun oleh operator beralasan, kenaikan dilakukan akibat peningkatan biaya cost operasi dan saat itu, Pemprov Kepri tetap meminta agar dilakukan penurunan karena akan berdampak pada ekonomi Batam dan kepri pada khususnya.
“Maka dari itu, dalam waktu dekat ini, saya akan panggil dan mempertanyakan hal ini ke operator perusahan pelayaranya,” ujar Ansar saat ditemui di Dompak Tanjungpinang, Rabu (27/3/2024)
Ansar juga mengatakan, tingginya kenaikan tiket ferry Batam-Singapura dan sebaliknya akan berdampak pada sektor usaha pariwisata di kepri. Atas hal itu, operator perusahaan pelayaran ferry Batam-Singapura itu selain memperoleh keuntungan diharapakan juga membantu pemerintah dalam meningkatkan ekonomi daerah.
“Setidaknya mereka juga harus bantu pemerintah daerah dalam menggeliatkan ekonomi, Nanti akan kami panggil dulu perusahaanya,” pungkasnya.
Penulis: Presmedia
Editor : Redaksi