Tingkat Kesiap Siagaan Operasi, SAR Indonesia dan MRCC Singapura Latihan Gabungan�

Latihan Gabungan SAR Indonesia dan MRCC Singapura
Latihan Gabungan SAR Indonesia dan MRCC Singapura.

PRESMEDIA.ID,Tanjungpinang-Tingkatkan kesiapan Siaga respon yang cepat dalam penyelamatan jiwa manusia yang mengalami kecelakaan, Tim Search and Rescue (SAR) Indonesia dan Maritime Rescue Coordination Center (MRCC) Singapura menggelar latihan gabungan ke-37 di Tenggara Pulau Nubing Perairan Bintan.

Direktur Kesiapsiagaan Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Tanjungpinang, Didi Hamzar mengatakan untuk latihan Sar Indonesia dan Singapura (Indopura) jadi setiap tahun Basarnas itu memiliki program antar negara yang berbatasan dengan Singapura.

“Kali ini di Tanjungpinang kami menggelar latihan yang ke 37 untuk Indopura, makanya latihan tidak setiap tahun, latihan ini akan di gelar lima tahun sekali,”ujar Didi, usai menutup acara latihan gabungan Indopura di Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Tanjungpinang, Kamis(12/9/2049).

Didi menyebutkan latihan ini untuk meningkatkan Kesiap siagakan bersama antara Indonesia dengan Singapura, jika ada kesalahan dalam aspek SAR, maka bisa berkerjasama untuk dapat saling membantu.

Lebih lanjut dikatakan Didi, yang dilatih adalah uji komunikasi bagaimana alat komunikasi yang ada di RCC Singapore dengan kantor SAR Tanjungpinang itu bisa baik, baik itu frekuensi, kualitas suara, bagaimana anggota menggunakan alat komunikasi yang lain.

“Karena sekarang perkembangan teknologi dan bagaimana juga kita dapat menggunakan medsos untuk membantu informasi yang harus didapatkan,”kata Didi.

Dalam latihan gabungan ini, Didi mengevaluasi kepada peningkatan waktu, karena isu yang ada harus lebih cepat tanggap (respontime) dan sesegera mungkin menyelamatkan korban. Jika di bandingkan tahun lalu lebih bagus. Tetapi Basarnas harus dituntut 28 menit sejak informasi itu diterima dan harus memberikan bantuan sar.

Sementara itu dari segi alutsista yang dimiliki oleh Sar itu ada, tetapi terbatas karena di Indonesia Basarnas tidak pernah berkerja sendiri, tetapi di bantu oleh potensi sar lainnya seperti TNI dan Polri

“Jadi semua aset TNI Polri apabila kita perlukan berdasarkan koordinasi pasti kita di bantu mereka. SDM untuk Basarnas ini sesuai dengan program pemerintah kita harus memang meningkatkan kemampuan SDM,”

Sementara itu, delegasi Singapura, Direktur Air Trafic Service (ATS), Roesli Saad mengatakan dengan latihan ini bisa saling tolong menolong saat terjadi kecelakaan baik laut maupun udara, saling menyelamatkan korban kecelakaan, para penumpang pesawat atau kapal akibat kecelakaan. “Indonesia dan Singapura saling membantu itu perlu,”kata Roesli,

Ia mengatakan jika tidak ada kerjasama yang baik, mungkin korban kecelakaan itu akan terlambat untuk terselamatkan jika tidak ada koordinasi yang baik antara SAR kedua negara.
“Seberapa cepat dan seberapa banyak korban yang bisa diselamatkan,” Katanya.

Dalam latihan itu terus diperbaiki kekurangan yang sering ditemukan saat operasi penyelamatan korban agar lebih banyak korban kecelakaan yang bisa diselamatkan.(Presmed6).