
PRESMEDIA.ID, Bintan – Pasca terperosoknya truk muatan aspal saat pengerjaan proyek pengaspalan Km 32, Cikolek, Desa Toapaya meninggalkan lubang menganga, Rabu (31/8/2022).
Lubang yang menganga itu berdiameter sekitar satu meter. Pastinya itu sangat berbahaya bagi pengguna jalan raya. Namun sudah dibatasi dengan tali berwarna kuning hitam.
Warga Bintan, Anto, mengatakan lubang di jalanan itu lumayan besar. Pastinya mengancam keselamatan warga khususnya di malam hari karena di lokasi tersebut minim penerangan.
“Kalau siang sih masih bisa nampak batas yang berlubang. Tapi kalau malam itu rawan karena disitu minim penerangan,” ujar pria ini.
Remaja ini berharap jalanan yang berlubang itu segera diperbaiki. Karena jika dibiarkan mengancam keselamatan pengendara apalagi besaran lubangnya sudah memakan seperempat jalanan.
Selama jalanan itu belum diperbaiki diminta pihak pekerja proyek memberikan rambu yang jelas untuk di malam hari. Agar pengendara bisa waspada dengan kondisi jalanan tersebut.
“Jangan sampai ada korban jiwa baru ada tindakan. Jadi sebaiknya segera diperbaiki untuk kenyamanan pengguna jalan raya,” katanya.
Petani Tempatan, Acuang, menyampaikan hal serupa. Kondisi jalanan yang berlubang ini sangat membahayakan pengendara. Apalagi jalanan ini akses ekonomi bagi para petani tempatan.
“Kami biasa lewat sini untuk angkut sayur. Takutnya ada korban saja nanti kalau tidak segera diperbaiki,” ucapnya.
Penulis: Hasura
Editor: Redaksi