Wabup Bintan Usulkan Biaya Antigen Warga Digratiskan

Wakil BUpati Bintan Robby Kurniawan
Wakil Bupati Bintan Roby Kurniawan. (Foto: Hasura/ Presmedia.id).

PRESMEDIA.ID, Bintan – Wakil Bupati Bintan, Robby Kurniawan mengusulkan ke Satgas Covid-19 provinsi Kepri, untuk menggratiskan tes antigen jika Pemko Tanjungpinang menerapkan kebijakan kewajiban bagi warga, menunjukan tes antigen di Pos penyekatan PPKM Darurat perbatasan kota Tanjungpinang-Bintan.

“Kita juga sudah meminta Satgas Covid 19 Kepri membantu pelaksanaan tes Antigen di Pos Penyekatan Pemko, yang memberlakukan warga pelintas wajib menunjukan tes antigen di posko,” ujarnya, Kamis (15/7/2021).

Robby juga mengaku, sangat mendukung pelaksanaan penyekatan atau pembatasan arus orang di daerah perbatasan Bintan-Tanjungpinang dalam penerapan PPKM Darurat.

Namun untuk pemberlakukan rapid antigen yang harus dibayar dan dibebankan kepada masyarakat, tentulah sangat disayangkan. Apalagi saat ini ekonomi masyarakat sedang menurun akibat pandemi covid-19.

Menurutnya, kalau saja warga yang sehari-hari bolak-balik Bintan-Tanjungpinang dengan antigen harus bayar Rp150 ribu dan itu berlaku hanya untuk 1 hari saja. Bisa dibayangkan kalau sebulan berapa banyak biaya yang harus dikeluarkan untuk antigen di posko penyekatan tersebut.

“Jika dibebankan harus membayar rapid test antigen tersebut tentu sangat memberatkan, apalagi sejak pandemi ekonomi menurun,” jelasnya.

Tak luput, putra sulung Gubernur Kepri Ansar Ahmad ini mengaku, telah  menerima laporan langsung atas keluhan dari pekerja buruh. Mereka mengeluh terhadap biaya rapid test antigen yang diterapkan di Posko PPKM Darurat Tanjungpinang-Bintan.

Para buruh tersebut, kata Robby, penghasilannya dalam sehari saja belum tentu mencapai Rp150 ribu sejak pandemi covid-19 namun diminta untuk membayar Rp150 ribu sebagai biaya antigen masuk ke Tanjungpinang.

“Tentu kebijakan yang diberlakukan juga harus diselaraskan dan jangan sampai memberatkan masyarakat karena seyogyanya Tanjungpinang dan Bintan merupakan wilayah aglomerasi,” kata anak kedua dari Gubernur Kepri, Ansar Ahmad ini.

Penulis:Hasura
Editor :Ogawa