
PRESMEDIA.ID, Tanjungpinang – Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau membutuhkan total anggaran sebesar Rp47 miliar untuk mewujudkan rencana Program Seragam Sekolah Gratis bagi Siswa SMA/SMK Sederajat.
Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kepri, Muhammad Dali menjelaskan, total anggaran tersebut hanya untuk mendapatkan satu stel seragam putih abu-abu saja.
Sementara seragam lainnya, seperti seragam daerah (baju kurung), olahraga, hingga batik yang saat ini biasa diadakan masing-masing sekolah merupakan tanggung jawab pribadi.
“Pak Gubernur menginstruksikan kami menghitung kebutuhannya berapa, dan hasilnya sekitar Rp47 miliar,” ucapnya, Selasa (13/7/2021).
Selama ini, lanjut Dali, dalam menentukan besaran total uang seragam sekolah berdasarkan hasil kompromi atau musyawarah antara sekolah dan para orang tua melalui komite sekolah masing-masing.
”Namun, untuk dua tahun belakangan ini kami larang sekolah mengadakannya dan langsung ke pribadi siswa saja,” ujarnya.
Selain itu, masih Dali, pihaknya juga telah menghitung kebutuhan anggaran untuk membebaskan biaya Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP) SMA/SMK se-Kepri.
Menurutnya, jika hal tersebut diwujudkan, maka Disdik akan membuat skema yang sama dengan pemerintah pusat dengan mengedepankan konsep Bantuan Operasional Sekolah Daerah Kepulauan Riau (BOSDA-KR).
Adapun estimasi kebutuhannya dibagi menjadi tiga skema per tahun ajaran pendidikan, yakni pada tahun pertama sebesar Rp106 miliar, tahun ke-2 Rp207 miliar, dan tahun ke-3 sebesar Rp 337 miliar.
“Perhitungannya setiap siswa SMA Rp5 juta, SMK Rp6 juta, dan SLB Rp8 juta. Untuk tahun ke-3 itu juga sudah termasuk dengan pembebasan di sekolah swasta,” kata Dali.
Kendati demikian, Dali menambahkan, untuk mewujudkan program SPP gratis ditambah situasi pandemi Covid-19 dan alokasi anggaran beberapa tahun belakangan, APBD Kepri dinilai masih belum mampu.
“Sesuai dengan yang Pak Gubernur sampaikan, masih ada hal-hal yang diprioritaskan,” demikian Dali.
Sebelumnya, Gubernur Kepri, Ansar Ahmad, mengatakan saat ini Pemprov Kepri belum bisa merealisasikan pembebasan biaya SPP di sekolah. Namun demikian, untuk membantu meringankan beban para orang tua pihaknya akan berupaya memberi bantuan seragam gratis bagi para siswa.
“Kan sekarang kita mesti realistis saja. Kemampuan APBD saat ini berat, saya juga tidak menyangka. Makanya sekarang kita sisir (telusuri) satu-satu,” ungkapnya, belum lama ini.
Oleh karena itu, dirinya menyimpulkan salah satu upaya yang paling efektif saat ini untuk membantu para orang tua siswa adalah dengan membantu seragam sekolah. Karena, menurutnya, biaya seragam sekolah siswa juga lumayan memberatkan para orang tua.
Maka dari itu, tahun depan Pemprov akan fokus memberikan bantuan seragam sekolah bagi siswa SMA/SMK/sederajat se-Kepri.
“Sekarang yang mau kita dahulukan bantuan pakaian, karena itu lumayan berat juga kalau misalnya 5 seragam saja sudah Rp1 juta. Kan lebih baik itu yang kita bantu dulu, kalau SPP itu nanti bertahap pelan-pelan lah,” demikian Ansar, belum lama ini.
Penulis: Ismail
Editor: Ogawa