
PRESMEDIA.ID,Tanjungpinang- Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengatakan, kondisi cuaca mata hari yang terik panas dan menyengat di kota Tanjungpinang dan Bintan dalam beberapa hari terakhir disebabkan minimnya awan yang menghalangi sinar matahari hingga panas matahari secara langsung terpapar ke bumi.
Prakirawan BMKG Tanjungpinang, Ardhito mengungkapkan, hal itu diakibatakan kondisi angin yang cukup kencang bertiup diatas wilayah Kepri, hingga posisi awan yang menutupi Matahari minim.
“Akibatnya, Matahari yang terik langsung terpapar ke bumi dan suhu menjadi panas,”katanya,Jumat (13/3/2020).
Menurut Ardhito, suhu di kawasan Tanjungpinang dan Bintan saat ini bahkan mencapai 30-33 derajat celcius. Angka ini meningkat dibandingkan hari biasanya yang hanya mencapai suhu maksimal hingga 29 derajat celcius.
“Kondisi ini menyebabkan radiasi matahari yang diterima oleh permukaan bumi menjadi lebih banyak dan suhu udara pada siang hari meningkat,”jelasnya.
Ia mengutarakan, cuaca panas terik ini memang biasa terjadi pada bulan Januari hingga Maret. Diperkirakan kondisi tersebut akan bertahan hingga akhir bulan ini.
“Prediksi kami mulai turun hujan pada April,”ujarnya.
BMKG mengimbau masyarakat yang terdampak suhu udara panas ini untuk minum air putih yang cukup untuk menghindari dehidrasi, mengenakan pakaian yang melindungi kulit dari sinar matahari jika beraktivitas di luar ruangan.
“Serta, mewaspadai aktivitas yang dapat memicu kebakaran hutan dan lahan khususnya di wilayah-wilayah yang memiliki potensi tinggi karhutla,”imbau Ardhito.
Penulis:Ismail