BPS-RI Ajak Masyarakat Kepri Sukseskan Sensus Ekonomi 2026

BPS RI mengajak masyarakat Kepulauan Riau mendukung Sensus Ekonomi 2026 dengan memberikan data yang benar dan tidak menolak petugas sensus demi statistik ekonomi yang berkualitas.

Kepala BPS RI, Amelia Adininggar Widyasanti (Roland/ Presmedia)
Kepala BPS RI, Amelia Adininggar Widyasanti (Roland/ Presmedia)

PRESMEDIA.ID– Badan Pusat Statistik (BPS) Republik Indonesia mengajak seluruh masyarakat Kepulauan Riau (Kepri) untuk menyukseskan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026.

Dukungan masyarakat sangat dibutuhkan dengan cara memberikan data yang benar serta tidak menolak kehadiran petugas sensus BPS.

Kepala BPS RI, Amelia Adininggar Widyasanti, menegaskan bahwa Sensus Ekonomi 2026 akan mencatat seluruh aktivitas dan kegiatan ekonomi tanpa terkecuali, termasuk yang berada di wilayah kepulauan.

Amelia menjelaskan, petugas BPS akan mendata berbagai bentuk kegiatan ekonomi, mulai dari skala kecil hingga besar, termasuk yang berada di pulau-pulau terluar seperti Anambas.

“Misalnya di Anambas terdapat hotel, pedagang keliling, hingga aktivitas ekonomi rumah tangga yang memanfaatkan platform online, semuanya akan kami catat,” ujarnya, Jumat (31/1/2026).

Menurutnya, Sensus Ekonomi 2026 mencakup seluruh sektor, antara lain, UMKM dan usaha rumah tangga, Perusahaan skala besar dan menengah, Pedagang keliling dan usaha informal, Konten kreator berbasis rumah tangga dan Aktivitas ekonomi berbasis digital dan online.

“Semua aktivitas ekonomi tanpa terkecuali harus kami catat agar data yang dihasilkan benar-benar menggambarkan kondisi ekonomi Indonesia,” tegas Amelia.

Amelia menekankan, keberhasilan Sensus Ekonomi 2026 sangat bergantung pada dukungan pemerintah daerah dan partisipasi aktif masyarakat.

Ia mengimbau agar masyarakat tidak menolak petugas sensus yang datang ke rumah atau tempat usaha.

“Kami berharap kepada seluruh masyarakat Indonesia, khususnya Kepri, apabila didatangi petugas sensus agar tidak menolak dan bersedia memberikan data,” katanya.

Data Akurat untuk Pembangunan Ekonomi

Dengan memberikan data yang jujur dan akurat, Amelia menyebut pemerintah pusat dan daerah dapat menyusun kebijakan pembangunan ekonomi yang lebih tepat sasaran.

“Mari kita berikan data yang sebenar-benarnya. Dengan begitu, kita dapat mencatat kondisi ekonomi Indonesia dengan sebaik-baiknya,” jelasnya.

Sensus Ekonomi 2026 juga menjadi dasar bagi BPS untuk menyajikan statistik ekonomi yang berkualitas, yang manfaatnya dirasakan langsung oleh pemerintah maupun masyarakat.

Amelia menutup dengan menyampaikan bahwa pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 akan berlangsung pada 1 Mei hingga 31 Juli 2026.

Penulis :Roland
Editor  :Redaktur