Bulog Tanjungpinang Akan Terima 2.000 Ton Beras SPHP dari Jakarta

Petugas Bulog saat menunjukan stok beras SPHP di Gudang Bulog Tanjungpinang. (Foto: Roland/Presmedia.id)
Petugas Bulog saat menunjukan stok beras SPHP di Gudang Bulog Tanjungpinang. (Foto: Roland/Presmedia.id)

PRESMEDIA.ID, Tanjungpinang – Bulog Tanjungpinang akan menerima pasokan beras medium SPHP sebanyak 2.000 ton dari Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta pada akhir Agustus 2024.

Pasokan ini merupakan bagian dari cadangan beras yang dikelola pemerintah untuk memenuhi kebutuhan pangan di wilayah Tanjungpinang dan sekitarnya.

Kepala Cabang Perum Bulog Tanjungpinang, Arief Alhadi Haq, menyatakan, tambahan pasokan ini diperlukan mengingat stok beras SPHP di gudang Bulog Tanjungpinang saat ini hanya tersisa 600 ton.

Kebutuhan beras SPHP di wilayah Bintan dan Tanjungpinang mencapai 125 hingga 150 ton per bulan atau sekitar 23 ton per hari,” jelas Arief, Rabu (21/8/2024).

HET Beras SPHP di Kepri Naik Jadi Rp13.100 per Kg

Selain itu, Arief juga menginformasikan bahwa Harga Eceran Tertinggi (HET) beras SPHP di Provinsi Kepulauan Riau telah naik menjadi Rp13.100 per kilogram. Harga ini mulai berlaku sejak Mei 2024.

Kenaikan ini didasarkan pada Keputusan Teknis Badan Pangan Nasional (Bappenas) RI Nomor 175 Tahun 2024 tentang Petunjuk Teknis Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan Beras di Tingkat Konsumen.

“HET beras SPHP di Kepri yang sebelumnya Rp11.200 per kilogram, kini naik menjadi Rp13.100 per kilogram. Meski harga naik, minat masyarakat terhadap beras SPHP tetap tinggi, terutama di Tanjungpinang dan Bintan,” tambah Arief.

Arief juga menambahkan kenaikan harga ini selain dipicu oleh kebijakan pemerintah, juga disebabkan oleh naiknya harga jual beras di tingkat petani yang berdampak pada harga jual di pasar.