
PRESMEDIA.ID,Tanjungpinang- Dua tahun proyek Gurindam 12 (G12) tepi laut Tanjungpinang progresnya baru 45,07 persen. Sementara alokasi dana APBD yang sudah dicairkan telah mencapai Rp.218 Milliar dari APBD Kepri. Pada tahun 2020 Perintah propvinsi Kepri kembali mengalokasikan anggaran APBD Rp.214 Milliar.
Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Pertanahan (PUPRP) Provinsi Kepulauan Riau mengatakan, dari Rp.167 Miliar alokasi anggaran APBD 2019 yang dialokasikan di tahun ke dua Proyek G12, penyerapan anggaranya sudah tercapai 100 persen, Sementara progress keuangan atau pembayaran yang dilakukan mencapai 41 persen dari nilai Rp.167 miliar 2019.
Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPRP Kepri Rodi Yantari mengatakan, berdasarkan perhitungannya hingga akhir 2019 progres proyek G12 sekitar 45,07 persen dan prgress keuangan 41 Persen. “Target penyerapan anggaran 2019 sudah tercapai 100 persen, sedangkan 4 persen progress pembayaran akan dianggarakan di 2020 senilai Rp.214 Milliar,”ujarnya.
Progres tersebut terdiri dari, pekerjaan pemancangan tiang pancang jembatan sepanjang 650 meter yang sudah selesai 100 persen. Lalu, pekerjaan sheetpile beton pada zona 2A sudah selesai mencapai 80 persen.
Kemudian, pekerjaan sheetpile baja pada zona Tunjuk langit sudah selesai 53 persen. Pasang batu kosong sudah selesai 80 persen, dan pengerjaan tiang pondasi jembatan sudah selesai 44 unit dari total 76 Unit.
“Sementara, pekerjaan timbunan pasir sudah selesai 60 persen, dan timbunan biasa sudah selesai 50 persen,”papar Rodi,Kamis (2/1/2020).
Pekerjaan lanjutan itu, kata Rodi akan kembali dilanjutkan pada 2020 dengan alokasi anggaran sebesar p 214 miliar dengan target pengerjaannya meliputi, penyelesaian landscape dan finishing zona 1A, Depan gedung Daerah. Kemudian, penyelesaian pondasi jembatan dan dilanjutkan dengan pekerjaan lantai jembatan di rencanakan bulan k-6 jembatan selesai 100 persen.
Dilanjutkan dengan pekerjaan jalan pendekat/causway menuju jembatan sepanjang 550 meter (dari arah lantamal/batu hitam-jembatan). Penngerjaan tersebut dengan pemasangan struktur batu kosong dan penimbunan pasir laut serta timbunan tanah urug.
“Lalu, penyelesaian pekerjaan lanscape dan finishing pada zona tunjuk langit di zona 2A (kawasan tepi laut,red),”ucapnya.
Sebagaimana diketahui, pengerjaan proyek penataan kawasan pesisir G12 Tanjungpinang dilaksanakan dengan Multiyears selama 3 tahun dengan nilai kontrak Rp.520 Milliar,
Dari kontrak yang dilaksanakan sejak 2018 lalu, Alokasi yang APBD yang sudah dikucurkan pada proyek prestisius yang Gubernur non aktif Nurdin Basirun peratama pertama Rp.51 Milliar, kemudian tahun 2019 Rp.167 Milliar dari Rp.520 Milliar nilai kontrak, pada tahun terkahir pada 2020 sebesar Rp.214 Milliar.
Sebagai mana diketahui, proyek multiyears mulai tahun 2018 tersebut direncanakan menghabiskan totak anggaran sekitar Rp 520 miliar.
Proyek prestisius yang diusung Gubernur non aktif Nurdin Basirun tersebut sempat menjadi polemik dan tarik ulur antara Pemprov dan DPRD Kepri atas pengalokasiaan anggaran APBD Rp 90 miliar pada 2019, Rp.213 Milliar pada tahun 2019.
Penulis;Ismail