
PRESMEDIA.ID – Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) kembali mengalami inflasi pada awal tahun 2026. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kepri, inflasi pada Januari 2026 tercatat sebesar 2,98 persen secara tahunan (year on year/y-on-y).
Dari sejumlah daerah di Kepri, Kota Tanjungpinang menjadi wilayah dengan tingkat inflasi tertinggi. Disusul Kabupaten Karimun dan Kota Batam.
BPS Kepri mencatat, inflasi y-on-y Kepri pada Januari 2026 terjadi dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 110,98.
“Inflasi y-on-y tertinggi terjadi di Kota Tanjungpinang sebesar 4,32 persen dengan IHK 108,57. Sementara inflasi terendah terjadi di Kota Batam sebesar 2,74 persen dengan IHK 111,63,” tulis BPS Kepri dalam rilis resminya.
Selain itu, Kabupaten Karimun juga mengalami inflasi y-on-y sebesar 2,77 persen dengan IHK sebesar 108,58.
Inflasi di Provinsi Kepulauan Riau dipengaruhi kenaikan harga pada sepuluh kelompok pengeluaran masyarakat.
Kenaikan paling terasa terjadi pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau yang naik 1,25 persen. Kelompok pakaian dan alas kaki juga mengalami kenaikan sebesar 1,34 persen.
Sementara itu, kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga naik cukup signifikan sebesar 3,60 persen. Kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga naik 0,72 persen, serta kelompok kesehatan meningkat 1,95 persen.
Kenaikan harga juga terjadi pada kelompok transportasi sebesar 2,09 persen. Selain itu, kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya naik 1,51 persen, kelompok pendidikan naik 1,37 persen, serta kelompok penyediaan makanan dan minuman atau restoran naik 2,42 persen.
Kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya menjadi penyumbang kenaikan tertinggi dengan peningkatan sebesar 19,28 persen.
Di sisi lain, secara bulanan (month to month/m-to-m), Kepri justru mengalami deflasi sebesar 0,09 persen pada Januari 2026. Deflasi ini terjadi karena penurunan Indeks Harga Konsumen dari 111,08 pada Desember 2025 menjadi 110,98 pada Januari 2026.
Penulis:Presmedia
Editor :Redaksi