
PRESMEDIA.ID– Kantor Imigrasi Kelas I A Tanjungpinang membuka layanan Paspor Simpati pada hari libur, tepatnya Sabtu (15/11/2025). Layanan khusus ini digelar dalam rangka memperingati HUT Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) pada 19 November 2025.
Kepala Kantor Imigrasi Kelas I A Tanjungpinang, Ben Yuda Karubaba, mengatakan bahwa layanan ini disediakan untuk memberikan kemudahan bagi masyarakat yang tidak sempat mengurus paspor pada hari kerja.
“Warga yang ingin membuat paspor bisa langsung datang dan mendaftar tanpa menggunakan aplikasi Mobile Paspor,” ujarnya.
Pada layanan Sabtu 15 November 2025 ini, Imigrasi Tanjungpinang membuka kuota sebanyak 50 pemohon. Ben Yuda menambahkan, pihaknya ingin memberikan pelayanan yang lebih luas sekaligus memeriahkan ulang tahun pertama Kemenimipas.
Ia menjelaskan bahwa biaya pengurusan paspor tetap sama seperti hari biasa. Untuk paspor elektronik 10 tahun dikenakan biaya Rp950.000, sedangkan paspor 5 tahun sebesar Rp650.000, sesuai prosedur dan standar yang berlaku.
Layanan di akhir pekan ini sangat membantu masyarakat yang tidak memiliki waktu luang pada Senin hingga Jumat.
“Biaya tetap sama. Prosedurnya juga tetap seperti biasa: hari ini foto dan bayar, empat hari kemudian paspor terbit,” jelasnya.
Berdasarkan data Imigrasi, mayoritas pemohon paspor di wilayah perbatasan Tanjungpinang menggunakan paspor untuk bepergian ke Singapura dan Malaysia. Karena itu, pihak Imigrasi sangat selektif dan akan menolak permohonan yang terindikasi digunakan untuk bekerja di luar negeri secara non-prosedural.
“Kalau ada indikasi seseorang akan bekerja di luar negeri tanpa prosedur resmi, permohonannya kami tolak,” tegas Ben Yuda.
Sementara itu, warga Tanjungpinang bernama Destiya mengaku sangat terbantu dengan adanya pelayanan pembuatan paspor di hari libur. Ia mengatakan bahwa pekerjaannya membuatnya sulit mengurus paspor pada hari kerja.
“Soalnya kalau hari kerja saya tidak bisa keluar kantor, jadi tidak bisa urus paspor,” tuturnya.
Ia juga menilai proses administrasi cukup mudah dan pelayanan petugas sangat ramah.
“Saya tahu informasi ini dari media sosial. Saya perpanjang paspor untuk berobat ke Malaysia,” katanya.
Penuli :Roland
Editor :Redaktur