
PRESMEDIA.ID, Bintan – Pemerintah kabupaten Bintan melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3KB) memberi layanan Keluarga Berencana (KB) dengan kontrasepsi Metode Operasi Wanita (MOW).
Pelayanan KB dengan Kontrasepsi MOW ini digelar dari 21 Oktober sampai dengan 6 November dengan biaya gratis dan ditanggung APBD Bintan di RSUD Bintan Kijang.
Plt Bupati Bintan, Roby Kurniawan, mengatakan, pelayanan KB dengan program MOW ini, merupakan usaha yang dilakukan pemerintah dalam menyukseskan dan meningkatkan pelayanan KB pada masyarakat.
Tujuan, untuk mempertahankan Laju Pertumbuhan Penduduk (LPP) dan meningkatkan kualitas hidup menuju keluarga sejahtera dan mandiri.
Roby juga mengaku sangat mengapresiasi kinerja DP3KB Bintan yang terus memberi edukasi pada masyarakat, khususnya kaum emak-emak tentang manfaat program KB dalam meningkatkan kualitas hidup dan keluarga sejahtera dan mandiri.
“Pemkab Bintan akan terus berkomitmen dan mendukung pelaksanaan pelayanan KB untuk mempertahankan LPP laju pertumbuhan penduduk ini,” jelasnya.
Ketika melakukan peninjauan, Roby juga melihat langsung pelayanan yang diberikan tim RSUD pada sejumlah ibu yang mengikuti program KB dengan kontrasepsi Metode Operasi Wanita (MOW) di RSUD Kijang.
Kepada sejumlah ibu rumah tangga peserta KB kontrasepsi Metode Operasi Wanita (MOW), Plt.Bupati Roby juga memberi dukungan dan bahkan bantuan uang tunai pengganti biaya hidup selama dirawat di rumah sakit sebesar Rp300 ribu serta oleh-oleh sebagai buah tangan pada masing-masing akseptor.
“Harapan kita, program KB di bintan dapat berjalan dengan baik dan Ibu penerima kontrasepsi MOW ini cepat sehat dan sembuh. Kemudian bantuan yang diberikan dapat meringankan beban peserta KB,” katanya.
Kepala DP3KB Bintan Mardiah, mengatakan kontrasepsi MOW atau dalam istilah medis disebut tubektomi adalah metode kontrasepsi yang bersifat sukarela bagi wanita peserta KB.
“Kontrasepsi KB melalui sistem MOW ini, merupakan metode KB jangka panjang bagi ibu yang tidak ingin hamil lagi dengan cara mengokulasi tuba falopi atau mengikat dan memotong atau memasang cincin,” ujarnya.
Biasanya lanjut Mardiah, kontrasepsi WOW dipilih oleh wanita yang sudah memiliki lebih dari tiga anak. Kemudian berusia di atas 30 tahun atau tidak menginginkan keturunan lagi.
Sterilisasi ini juga kerap menjadi pilihan bagi wanita yang kehamilannya beresiko tinggi.
Sebelum dilakukan tindakan MOW, calon akseptor juga dilakukan pemeriksaan 2 tahap, diawali dari pemeriksaan awal (Skrining) di Puskesmas Kemudian skrining kedua di RSUD.
“Jumlah peserta akseptor saat ini mencapai 60 orang se-Kabupaten Bintan. Akseptor terbanyak dari Kecamatan Teluk Sebong sebanyak 20 orang. Kami akan terus memberikan pengetahuan secara utuh dan benar terhadap manfaat program ini. Sehingga minat peserta KB dengan MOW ini terus meningkat,” ucapnya.
Penulis:Hasura
Editor :Redaksi













