Jelang Ramadhan, Pedagang Kembang Raup Untung dari Tradisi Ziarah Kubur

Pedagang kembang mengular di TPU Batu 7 Kota Tanjungpinang. (Foto: Roland/Presmedia.id)
Pedagang kembang mengular di TPU Batu 7 Kota Tanjungpinang. (Foto: Roland/Presmedia.id)

PRESMEDIA.ID – Menjelang bulan suci Ramadhan 2025, tradisi ziarah kubur di Kota Tanjungpinang membawa berkah bagi pedagang kembang di sekitar Tempat Pemakaman Umum (TPU) Jalan D.I Panjaitan KM 7.

Ziarah kubur menjelang Ramadhan sudah menjadi tradisi rutin masyarakat Tanjungpinang. Momen ini dimanfaatkan oleh pedagang kembang untuk meraih keuntungan dari meningkatnya permintaan bunga tabur.

Penjualan Kembang Meningkat Drastis Jelang Ramadhan

Salah seorang pedagang kembang, Sulastri, mengungkapkan bahwa sejak tiga hari terakhir, permintaan bunga tabur meningkat pesat. Para peziarah datang dari berbagai wilayah untuk membeli bunga dan berziarah ke makam keluarga mereka.

“Hari ini saja sudah banyak kembang yang terjual. Sejak dua hari lalu, peziarah mulai ramai datang dan membeli kembang,” kata Sulastri, Jumat (28/2/2025).

Di sekitar TPU, tampak deretan pedagang kembang yang menjajakan dagangannya di luar pagar pemakaman. Setiap kantong bunga dijual dengan harga Rp5.000, berisi tiga jenis bunga berwarna-warni.

Menariknya, Sulastri juga memberikan air gratis bagi para pembeli kembang yang akan berziarah.

“Selama dua hari ini, saya sudah meraup keuntungan hingga Rp2 juta. Kami mendapatkan stok kembang dari Bintan, karena di Tanjungpinang sendiri sudah sulit mencarinya,” jelasnya.

Pembeli Tak Hanya dari Tanjungpinang, tetapi Juga dari Bintan dan Batam

Menurut Sulastri, pelanggan bunga taburnya tidak hanya berasal dari Tanjungpinang, tetapi juga dari daerah lain seperti Bintan dan Batam. Bahkan, ada yang membeli kembang di tempatnya tetapi berziarah ke pemakaman lain.

“Banyak yang datang hanya untuk membeli kembang di sini, tapi ziarahnya dilakukan di tempat lain, seperti di Bintan,” tambahnya.

Ziarah Kubur, Tradisi Rutin Jelang Ramadhan

Sementara itu, seorang warga Bintan bernama Hendri mengatakan bahwa ziarah ke makam keluarga sudah menjadi agenda rutin keluarganya menjelang Ramadhan.

“Setiap menjelang puasa, kami selalu berziarah ke makam kakek. Ini menjadi pengingat bagi kami akan kematian,” ujarnya singkat.

Penulis: Roland
Editor : Redaktur