Kantornya Digeledah, Abu Bakar Tak Kunjung Datang, Buralimar Bergegas Temui KPK

IMG 20190917 WA0071
Tim Penyidik KPK saat membawa satu tas Koper Dokument proyek dan kegiatan dari dinas PUPR Kepri.

PRESMEDIA.ID,Tanjungpinang-Kantor dan ruanganya digeledah KPK hingga 8 jam, Kepala dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Kepri Abu Bakar “Menghilang” dan tak kunjung hadir ke kantornya, Selasa,(17/9/2019).

Sementara kepala dinas Pariwisata Kepri Buralimar, saat mengetahui kantornya di geledah, langsung bergegas pulang dari Batam menuju kantornya di Dompak untuk menemui KPK.

Saat dihubungi, Buralimar mengaku sempat kaget, atas penggeledahan KPK yang juga menyasar ke kantornya itu. “Saya sudah dengar tadi dari staff.Ini saya langsung pulang dari Batam ke kantor,”ungkap Buralimar, Selasa (17/9/2019).

Ia mengatakan, hingga kini belum mengetahui apa yang dicari oleh KPK di kantonya. Kendati demikian, dirinya mengaku akan tetap kooperatif mematuhi permintaan KPK guna mendukung proses hukum yang ada.

Sementara itu, di kantor PUPR Kepri, usai melakukan penggeledahan KPK juga menunggu Abu Bakar. Petugas Satpol PP yang berjaga di kantor PUPR mengatakan, penggeledahan saat itu suda selesai dilakukan. Hanya saja, saat tim penyidik KPK masih menunggu kehadiran Kepala Dinas PUPRP Abu Bakar.

“Pemggeledahan susah selesai, tapi katanya masih nunggu Pak Abu ( Abu Bakar,red),” katanya, Selasa (17/9/2019).

Hal tersebut juga dibenarkan oleh salah seorang petugas KPK, yang mengatakan penggeledahan ruangan kadis dan Kabid Bina Marga di PUPR itu sudah selesai dilakukan.

“Penggeledahan udah siap. Tinggal nunggu pak kadisnya,”ujar salah seorang penyidik sembari hilir mudik keluar masuk ruangan.

Sebagai mana diketahui, tim penyidik KPK melakukan penggeledahan di ruang kadis dan Kabid Bina Marga PUPR sejak pukul 09.00 Wib, hingga 17.00 Wib, menjelang sore, Tim KPK baru keluar dan menggondol satu tas besar dokumen barang bukti.

Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi, Febri Diansyah mengatakan, penggeledahan yang dilakukan di tiga lokasi kantor OPD pemerintah provinsi Kepri itu terkait dengan proses penyidikan dugaan penerimaan suap atau gratifikasi tersangka Gubernur Kepri non aktif Nurdin Basirun.

Tiga lokasi kantor yang digeledah KPK di Pusat pemerintahan Dompak saat itu adakah Kantor Dinas PUPRP, Dinas Pendidikan, dan Dinas Pariwisata Provinsi Kepri. Masing-masing Tim KPK juga mengamankan sejumlah dokumen terkait anggaran di dinas masing-masing.

Penggeledahan ini dilakukan dalam proses Penyidikan dugaan penerimaan suap atau gratifikasi dengan tersangka NBU, Gubernur Kepri,”katanya melalui pesan whatsapp (Presmed5).