
PRESMEDIA.ID, Batam – Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kepri, mendatangi PLTU Tanjung Kasam Kota Batam Selasa (27/06/2023).
Kunjungan DPRD Kepri ini untuk menindaklanjuti keluhan masyarakat atas padamnya listrik secara bergilir yang dilakukan PLN dalam beberapa hari terakhir.
Kedatangan Komisi III DPRD Provinsi Kepri dipimpin langsung Ketua Komisi III Widiastadi Nugroho dan diterima langsung Asisten Presiden Direktur PT TJK Power Sinardi dan jajaran selaku pengelola PLTU Tanjung Kasam.
Ketua Komisi III DPRD Kepri, Widiastadi Nugroho mengatakan, kedatangan pihanya ke PT.TJK Power Batam itu, dilakukan untuk mengetahui kondisi pembangkit tersebut, atas kelurahan masyarakat terhadap padam-nya listrik secara bergilir dalam beberapa hari belakangan.
“Informasi yang kami dapat ada kerusakan mesin pembangkit di PLTU Tanjung Kasam, hingga pemadaman listrik terjadi,” ujar Widiastadi.
Lebih lanjut Politisi PDIP ini juga mengatakan, dengan pemadaman yang terjadi, pihaknya ingin mengetahui, bagaimana proses penanganan, jadwal pemeliharaan yang dilakukan serta upaya dalam mengantisipasi yang dilakukan oleh PT.TJL Power sebagai perusahaan pembangkit.
“Karena kita juga mewanti-wanti, perusakan dan pemeliharaan pembangkit ini, Nantinya, jangan sampai mengganggu proses rangkaian pesta demokrasi Pemilihan Umum dan Presiden serta legislatif pada Februari 2024 mendatang,’ ujarnya.
Sementara anggota Komisi III Yusuf menambahkan, proses pemeliharaan mesin pembangkit yang dilakukan secara rutin oleh PT.TJL Power, seharusnya dilakukan dengan tidak mengurangi pasokan listrik pada masyarakat.
“Jika dilakukan penjadwalan pemeliharaan dengan baik antara pembangkit yang satu dengan yang lain, maka pemadaman pada beban puncak tentu bisa diminimalisir,” tutur Yusuf.
Hal senada juga dikatakan Wakil Ketua Komisi III Nyanyang Haris Pratamura. Ia mengatakan, seharusnya PLN dan PT.TJK Power selaku pengelola pembangkit PLTU Tanjung Kasam, bisa menyinkronkan jadwal pemeliharaan rutin yang dilakukan di masing-masing pembangkit.
“Jika itu dilakukan dengan baik maka kita bisa menghitung kekuatan daya yang standby,†ujarnya.
PT.TJK Power Tanjung Kasam Akui Ada Kerusakan
Menanggapi pertanyaan DPRD Kepri ini, Asisten Presiden Direktur PT TJK Power, Sinardi mengakui, ada kerusakan pada pembangkit listriknya.
Namun demikian, kerusakan yang terjadi, bukan pada mesin utama pembangkit PT.TJK Power Tanjung Kasam melainkan pada Pompa pendingin atau Cooling Water Pump (CWP).
Kerusakan CWP ini lanjutnya, terjadi berturut-turut pada 18 Mei pada unit 1 dan hingga mengakibatkan pompa pendingin tidak berfungsi.
Saat ini lanjutnya, sedang dalam pemeliharaan dan sudah dapat diatasi dalam 24 jam sehingga pada 19 Mei sudah normal kembali. Kemudian, pada 9 Juni, ke bali terjadi kebocoran pada superheater boiler pada unit 2 dan sehingga mengalami kegagalan beroperasi pada 12 Juni, Namun masalah tersebut juga sudah bisa ditangani hingga kembali beroperasi.
“Kami mengakui memang kemarin terjadi kerusakan secara paralel dari unit 1 dan bergantian unit 2,†ungkapnya.
Sinardi menambahkan, PT TJK Power memiliki 3 unit CWP, tiap pembangkit menggunakan 1 CWP dan 1 unit CWP cadangan. CWP unit 2 sendiri selesai perbaikan pada 24 Mei dan CWP unit 1 selesai perbaikan pada 9 Juni.
“Satu unit CWP yang digunakan sebagai cadangan dalam kondisi vibrasi atau getaran di atas rata-rata, Namun masih terkontrol,†paparnya. (Advetorial)
Penulis:Presmedia
Editor :Redaksi