
PRESMEDIA.ID – Pangkalan Udara Angkatan Laut (Lanudal) Tanjungpinang, Kepulauan Riau, direncanakan menjadi hanggar khusus untuk pengoperasian drone tempur atau Unmanned Combat Air Vehicle (UCAV) jenis Medium-Altitude Long-Endurance (MALE) Anka yang dibeli Indonesia dari Turkiye.
Rencana pembangunan fasilitas hanggar khusus drone Anka tersebut ditandai dengan kunjungan Tim Survei dari Kementerian Pertahanan (Kemhan) RI ke Lanudal Tanjungpinang pada Kamis (7/5/2026).
Kunjungan itu dipimpin Ketua Tim Survei, Kolonel Kal M. Zainul Arif, dan disambut langsung oleh Komandan Lanudal Tanjungpinang, Kolonel Laut (P) Tatang Yanuar Ristanto bersama jajaran Perwira Staf Lanudal Tanjungpinang dan Wing Udara 1.
Hanggar Drone Anka Akan Dilengkapi Fasilitas Maintenance dan Ground Control
Berdasarkan informasi yang diberitakan Puspenerbal dan dikutip dari Airspace Review, survei tersebut merupakan bagian penting dalam tahapan perencanaan pembangunan infrastruktur pertahanan untuk mendukung operasional drone Anka di bawah kendali Wing Udara 1 TNI AL.
Hanggar yang direncanakan dibangun di Lanudal Tanjungpinang ini nantinya tidak hanya berfungsi sebagai tempat penyimpanan drone, tetapi juga akan dilengkapi fasilitas pemeliharaan (maintenance facility) dan Ground Control Station (GCS).
Fasilitas tersebut akan menjadi pusat operasional dan pengendalian drone Anka untuk mendukung misi pengawasan udara dan pertahanan maritim di wilayah strategis Indonesia bagian barat.
Posisi Tanjungpinang Dinilai Strategis untuk Pengawasan Perbatasan
Sejumlah analis pertahanan menilai pemilihan Lanudal Tanjungpinang sebagai lokasi penempatan drone Anka memiliki nilai strategis tinggi.
Pasalnya, wilayah Kepulauan Riau berada di jalur pelayaran internasional yang berbatasan langsung dengan sejumlah negara tetangga dan membutuhkan pengawasan udara secara berkelanjutan.
Keberadaan drone tempur Anka di Tanjungpinang dinilai dapat memperkuat kemampuan patroli, pengintaian, serta pengawasan wilayah perbatasan dan laut Natuna.
Drone Anka Mampu Terbang 30 Jam dan Dilengkapi Sensor Canggih
Drone Anka sendiri dikembangkan oleh perusahaan pertahanan Turkiye, Turkish Aerospace (TA).UCAV ini mampu terbang lebih dari 30 jam dengan ketinggian operasional mencapai 30.000 kaki.
Varian yang akan dioperasikan TNI AL disebut telah dilengkapi berbagai teknologi canggih, termasuk Synthetic Aperture Radar (SAR) yang memungkinkan pengawasan tetap optimal meski dalam kondisi cuaca buruk atau tertutup awan.
Selain itu, drone Anka juga memiliki perangkat Intelligence, Surveillance, and Reconnaissance (ISR) yang mampu menyajikan data visual secara real-time untuk kebutuhan intelijen militer.
Sebagai drone tempur, Anka juga dapat dipersenjatai amunisi presisi untuk mendukung misi penindakan dan operasi militer tertentu.
Penguatan Alutsista TNI AL di Wilayah Kepri
Rencana pembangunan hanggar drone Anka di Lanudal Tanjungpinang menjadi bagian dari upaya penguatan alat utama sistem persenjataan (alutsista) TNI AL, khususnya di wilayah strategis Kepulauan Riau.
Keberadaan fasilitas ini diharapkan mampu meningkatkan kesiapsiagaan pertahanan udara dan maritim Indonesia, terutama dalam menjaga keamanan wilayah perbatasan dan jalur pelayaran internasional.
Penulis:Presmedia
Editor :Redaksi












