Launching Fuel Card Biosolar Bersubsidi, Khusus Warga Tanjungpinang

Wakil Wali kota Tanjungpinang Hj.Rahma saat melaunching kartu Kendali Fuel Card Biosolar Bersubsidi khusus bagi warga Tanjungpinang.
Wakil Wali kota Tanjungpinang Hj.Rahma saat melaunching kartu Kendali Fuel Card Biosolar Bersubsidi khusus bagi warga Tanjungpinang.

PRESMEDIA.ID,Tanjungpinang- Kendati sempat menjadi kontroversi, Pemerintah Kota Tanjungpinang akhirnya tetap meluncurkan Fuel Card Biosolar Bersubsidi, untuk memberi kemudahan pada masyarakat khusus Tanjungpinang untuk membeli Biosolar bersubsidi.

Wakil Walikota Tanjungpinang, Rahma mengatakan fuel card ini kartu yang benar-benar ramah bagi seluruh masyarakat Tanjungpinang terkhusus bagi yang menggunakan biosolar bersubsidi.

“Ini suatu komitmen bersama antara Pertamina, BRI dan Pemerintah untuk bersinergi memberikan kemudahan yang terkendali kepada masyarakat,”ujar Rahma, Selasa,(26/11/2019).

Bagi masyarakat Tanjungpinang yang belum datang untuk registrasi fuel card, dikatakan Rahma agar segera datang ke kantor Dishub Tanjungpinang untuk melakukan registrasi.

“Hari ini kita sudah mulai launching dan sudah bisa digunakan,”ujar Rahma usai melakukan Launching Fuel Card Biosolar Subsidi di SPBU Batu 10 Tanjungpinang, Selasa,(26/11/219).

Rahma menjelaskan setiap kartu sudah ada ketentuannya, penggunaan satu kartu perharinya bisa mengisi 30 liter dengan harga Rp 154.500 sesuai sesuai Perpres nomor 191 tahun 2014. Disana telah dituangkan siap-siapa saja yang berhak menerima biosolar bersubsidi.

“Target kami 1700 kartu, namun sampai hari ini yang sudah registrasi 600 lebih,”katanya

Sehingga pihaknya memberikan kesempatan kepada seluruh masyarakat yang berhak menerima subsidi ini, sampai satu minggu kedepan untuk registrasi. Tidak hanya di Dishub, ada tiga tempat registrasi diantaranya SPBU Batu 10 dan Disduk Tanjungpinang.

“Seluruh SPBU bisa menggunakan Fuel Card. Fuel card sesuai dengan plat mobilnya dan identitasnya,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala cabang BRI Tanjungpinang, Pandu mengatakan pihaknya disini hanya mencetak Fuel Card (Brizzi) selanjutnya menyerahkan ke Pertamina dan Dishub. Untuk biaya pembuatan kartu sebesar Rp 20 ribu. untuk menganti biaya produksi dan distribusi.

“Caranya isi saldo maksimal Rp 1 juta untuk satu kartu. Yang kami siapkam 3500 kartu, dimna permintaan terakhir dari Pemko Tanjungpinang, saat ini sudah 1700 kartu,” jelasnya.

Ditempat yang sama, Sales Manager PT.Pertamina Kepri, Fajar Wasis mengatakan fuel card ini menggunakan sistem digital semua, sehingga transaksinya semua terdeteksi, oleh Bank BRI sehingga dapat dilihat perharinya. Apakah benar SPBU melayani sejumlah itu, perharinya.

“Jika tidak sesuai akan kita beri sanksi,”ucapnya.

Menurutnya kartu ini hanya bisa digunakan oleh warga Tanjungpinang, sedangkan diluar Tanjungpinang tidak dapat menggunakan, seperti Bintan tetapi jika nanti Bintan sudah menggunakan maka bisa digunakan.

“Nantinya Dishub akan verifikasi mana-mana saja yang mendapatkan 2 kartu, maksimal sesuai dengan perwako,”jelasnya.

Penulis:Roland