
PRESMEDIA.ID, Tanjungpinang – Pemerintah kota Tanjungpinang melalui Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) dan BUMD Provinsi Kepri, akan menggelar pasar murah dengan menjual sembako, Cabai dan komoditas lainya dengan harga murah.
Pasar murah yang dilaksanakan Pemko Tanjungpinang ini merupakan kegiatan kolaborasi Pemerintah Provinsi Kepri melalui BUMD Kepri dan Pemko Tanjungpinang melalui Dinas Perdagangan dalam menghadapi bulan suci Ramadhan.
Kepala Disdagin Tanjungpinang, Riany mengatakan, pasar murah yang akan dilaksanakan itu, akan berlangsung di sejumlah lokasi di Tanjungpinang.
Selain menjual Cabai di pasar murah yang akan digelar ini, juga akan menjual beras, daging kerbau dan minyak goreng yang disediakan oleh Bulog Tanjungpinang
“Kita disupport oleh BUMD Kepri, serta Bulog, karena mereka memiliki stok 1 ton cabai merah,” kata Riany, Jumat(1/4/2024).
Ia mengatakan, untuk harga jual cabai di operasi pasar murah ini, nantinya akan lebih murah dibandingkan harga cabai yang dijual di pasaran. Namun demikian, Riany belum bisa memastikan angka pasti bandrol harga-nya.
“Besok kita lihat, Tapi yang jelas harga jual cabai ini akan dibawah Rp80 ribu per kilogram,” jelasnya.
Mengenai waktu dan tempat pelaksanaan, kata Reany, akan dilaksanakan dari 2 sampai 3 Maret 2024 di Jalan Ganet arah Bandara RHF Tanjungpinang.
Disdagin Tanjungpinang Minta Distributor Jual Barang Dengan Harga Gudang
Selain melakukan operasi pasar, pemerintah kota Tanjungpinang melalui Dinas Perdagangan kota Tanjungpinang, juga akan terus melakukan pemantauan harga dan stok sembako di kota Tanjungpinang.
Hal itu kata Reany, disampaikan pada saat rapat pemerintah kota dengan sejumlah distributor Sembako dan Cabai beberapa waktu lalu.
“Kita juga minta kepada para distributor untuk menjual barang dengan harga gudang,”tambahnya.
Untuk saat ini lanjutnya, kenaikan harga Cabai di Kota Tanjungpinang disebabkan minimnya pasokan barang akibat terjadinya gagal panen petani cabai di Jawa. Demikian juga dengan kenaikan beras Premium.
“Kalau beras yang naik itu yang Premium, dan kalau bicara premium ini kan merupakan pilihan bagi masyarakat karena ada yang lebih murah yaitu beras medium,”paparnya.
Riany memaparkan harga beras sendiri menurut laporan dari para distributor diakibatkan oleh fenomena El Nino yang terjadi beberapa waktu lalu, sehingga berdampak pada masa panen beras di Indonesia.
Penulis: Roland
Editor : Redaktur