
PRESMEDIA.ID, Bintan – Kelompok Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) Bintan, telah menjalin kerjasama dengan dengan Persatuan Kebajikan Zuriat Keturunan Pusaka Bentan-Malaysia sebuah lembaga swadaya masyarakat (LSM/NGO) asal jiran Malaysia.
Upaya ini ditempuh, untuk mengetahui nasib dan kondisi para nelayan Indonesia, khususnya nelayan lokal asal Kabupaten Bintan, yang ditahan otoritas Malaysia belum lama ini.
Ketua KNTI Bintan, Buyung Adli, mengatakan pihaknya telah bekerjasama dengan Datok H Nazari Kamal selaku pengurus Persatuan Kebijakan Zuriat Keturunan Pusaka Bentan-Malaysia.
“Saya sangat berterimakasih kepada Datok H Nazri Kamal. Karena beliau yang selalu memberikan informasi kepada kami. Pastinya itu sangat membantu kami sehingga kami dapat mengetahui situasi kondisi nelayan Bintan yang kini ditahan otoritas Malaysia,” katanya.
Informasi terakhir yang diterima dari Datok Nazri, sebut Adli, kondisi nelayan-nelayan asal Kabupaten Bintan ditahan Pemerintah Malaysia ada 6 orang.
Mereka adalah, Agus Suprianto (26), Sandi (18), dan Andi (18) merupakan warga Kampung Masiran RT 07/ RW 02 , Desa Gunung Kijang, Kecamatan Gunung Kijang.
Selanjutnya nelayan, Muhammad Rapi (33), Reza Mavian (20) dan Gunawan (17) asal Desa Air Glubi, Kecamatan Bintan Pesisir.
Dari total itu, 4 orang di antaranya telah dibebaskan Pemerintah Diraja Malaysia. Mereka adalah Sandi, Andi, Reza Mavian dan Gunawan. Sementara 2 nelayan lagi masih menjalani persidangan yaitu Agus Suprianto dan Muhammad Rapi.
“Mereka harus menjalani persidangan di Mahkamah Kote Tinggi Johor Bahru dengan didampingi Konsulat Indonesia/KJRI Indonesia,” jelasnya.
Beberapa waktu lalu, KNTI Bintan juga telah mengunjungi kediaman Agus Suprianto, dengan menemui istri bersangkutan dan memberikan bingkisan sembako. Lalu memberikan semangat.
Dari hasil pertemuan itu diketahui istri Agus Suprianto sedang hamil usia kandungan 6 bulan dan berharap suaminya lekas kembali ke Kabupaten Bintan untuk menemani persalinannya.
“Kita berharap pihak keluarga untuk terus berdoa dan bersabar, agar mereka segera kembali. Kondisi mereka di sana baik-baik saja,” ucapnya.
Penulis: Hasura
Editor:Ogawa