Pemkab Bintan Batal Tutup Kawasan Industri Segantang Lada, Roby Sebut Sebelum Akhir Januari Akan Ditutup

Truk Fuso ketika membawa kontainer berisikan barang furniture asal China saat masuk ke dalam Kawasan Perindustrian Segantang Lada beberapa waktu lalu. (Foto: Hasura/Presmedia.id)
Truk Fuso ketika membawa kontainer berisikan barang furniture asal China saat masuk ke dalam Kawasan Perindustrian Segantang Lada beberapa waktu lalu. (Foto: Hasura/Presmedia.id)

PRESMEDIA.ID, Bintan – Tim Terpadu Pemerintah kabupaten Bintan batal menutup aktivitas perusahaan ilegal di kawasan industri Segantang Lada di Galang Batang Bintan hari ini Rabu (24/1/2024).

Atas pembatalan penutupan ini, Bupati Bintan Roby Kurniawan terlihat kembali kesal dan mempertanyakan pembatalan penutupan itu diundur.

“Tidak ada. Apa alasannya diundur apalagi sampai bulan depan. Tak ada itu, saya pastikan sebelum 31 Januari ini ditutup,” kata Roby usai melantik JPTP di Bintan Buyu, Rabu (24/1/2024).

Roby menambahkan apapun yang menyalahi aturan harus ditindak. seperti Kawasan Perindustrian Segantang Lada yang tidak mengantongi perizinan. Maka harus ditutup.

“Kita tidak ada pandang bulu untuk menindak pelanggar aturan,” sebutnya.

Roby memastikan bahwa penutupan Kawasan Perindustrian Segantang Lada itu tidak sampai bulan depan. Melainkan sudah tutup sebelum 31 Januari 2024.

“Saya janji tidak ada molor lagi. Sebelum 31 Januari sudah tutup,” ucapnya.

Sebelumnya, sejumlah pejabat pemerintah Bintan yang tergabung dalam tim terpadu batal menutup aktivitas perusahaan ilegal di kawasan industri Segantang Lada di Galang Batang Bintan Rabu (24/1/2024).

Sejumlah pejabat OPD Bintan yang tergabung dalam tim terpadu, menyatakan sejumlah alasan, mulai dari plang yang belum ditempa, takut ada konflik dan gesekan, bahkan akibat adanya agenda besar akan datangnya Wakapolri pada 2 Februari 2024 serta rencana kedatangan Prabowo-Gibran ke Bintan.

PPNS Satpol PP Bintan Sumadi beralasan, berdasarkan rapat akhir pada 24 Januari 2024 akan dilakukan penutupan. Namun mengenai penyebab pembatalan, Sumardi mengaku tidak bisa komentar dengan alasan pihaknya sudah sepakat agar tanggapan diberikan satu pintu dari PTSP saja.

Pada dasarnya lanjut Sumardi, Satpol PP Bintan sudah siap untuk melaksanakan tugas penutupan. Namun dirinya selaku bawahan hanya menunggu instruksi.

Sementaa itu, Pengawasan Pengendalian (Wasdal) DPMPTSP Bintan, Rory Andri HK, mengaku penundaan penutupan Perindustrian Segantang Lada itu dikarenakan kekhawatiran adanya gesekan dengan masyarakat setempat.

“Ini terkait suasana harus kondusif. Kemarin aja Kepolisian sempat memfoto aja ditanyakan, untuk apa. Jadi takutnya ada indikasi seperti itu, ada konflik,” katanya.

Berita Sebelumnya :

Penulis: Hasura
Editor  : Redaksi