Penghentian Aktivitas Oleh Tim Terpadu Bintan Tidak Diindahkan, Ekspor dan Impor Barang Asal China PT.Aiwood di Bintan Terus Berlangsung

Pekerja sedang membongkar dan memindahkan barang asal China ke dalam gudang di Kawasan Perindustrian Segantang Lada. (Foto: Hasura)
Pekerja sedang membongkar dan memindahkan barang asal China ke dalam gudang di Kawasan Perindustrian Segantang Lada. (Foto: Hasura)

PRESMEDIA.ID, Bintan – Sanksi penghentian aktivitas tim terpadu Kabupaten Bintan terhadap operasional dan aktivitas PT.Aiwood Smart Home Internasional dan sejumlah perusahaan di Kawasan Perindustrian Segantang Lada Bintan tidak diindahkan.

Sebelumnya, Tim Terpadu Kabupaten Bintan yang terdiri dari lima OPD, telah menjatuhkan sanksi penghentian aktivitas operasional PT.Aiwood yang merakit barang asal China dan merubahnya menjadi buat Indonesia di Gudang Kawasan Perindustrian Segantang Lada.

Namun hingga saat ini, aktivitas produksi dan ekspor dan impor barang asal China di perusahaan itu saat ini terus berlangsung.

Pengawasan Pengendalian (Wasdal) DPMPTSP Bintan, Rory Andri HK mengatakan, keberadaan sejumlah perusahaan tenant di Kawasan Perindustrian Segantang Lada Bintan, termasuk Gudang dan pabrik produksi PT.Aiwood, tidak sesuai dengan Izin Pinjam Pakai Kawasan Hutan (IPPKH), kemudian izin pemanfaatan Ruang sebagai kawasan FTZ.

Sehingga, lanjutnya, kawasan yang saat ini digunakan PT.Aiwood dan dua perusahan lainya, secara administrasi merupakan kawasan hutan.

Selain itu, bangunan pabrik dan gudang yang berdiri di kawasan itu tidak memiliki izin.

“Kawasan tersebut tidak sesuai dengan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW). Kemudian gudang-gudang disana juga tidak memiliki IMB/PBG dan tidak mengantongi izin AMDAL/UKL-UPL,” ujar Rory Andri HK.

Namun atas sanksi pemerintah Kabupaten Bintan sejak 14 Desember 2023 ini, hanya dianggap “Angin Lalu” dan tidak dipatuhi PT.Aiwood serta pengelola Kawasan Perindustrian Segantang Lada Bintan.

Hal itu terlihat dari aktivitas keluar masuknya sejumlah kontainer barang Impor furniture asal China ke PT.Aiwood ke Kawasan Segantang Lada.

Seorang pekerja di kawasan perindustrian Segantang Lada Bintan juga membenarkan hal tersebut. Pekerja ini mengatakan, sejumlah kontainer dalam dua minggu terakhir tetap keluar dan masuk ke perusahaan asal China di kawasan itu.

“Semalam, Senin (15/1/2024) ada masuk barang 13 kontainer lagi. Selain itu kontainer yang keluar berisi barang yang sudah dirakit menjadi buatan Indonesia juga keluar ke Pelabuhan Sei Kolak Kijang,” ujarnya.

Terkait aktivitas yang masih berlangsung ini, Pengawasan Pengendalian (Wasdal) DPMPTSP Bintan, Rory Andri HK, mengaku tidak mengetahuinya.

Pun demikian juga mengenai barang impor asal Cina yang keluar dan masuk dari dan ke gudang PT.Aiwood Smart Home Internasional di Kawasan Perindustrian Segantang Lada itu.

“Kami tidak tahu dan tidak dapat informasi kalau ada barang masuk,” katanya.

Sementara terkait penerapan sanksi, Rory Andri mengatakan, Tim Terpadu Kabupaten Bintan masih akan menggelar rapat pelaksanaan penutupan di Kantor Satpol PP Bintan.

“Kami akan membahas soal teknis penutupan kawasan tersebut dengan papan plang, Kita akan tutup. hari Selasa (16/1/2024) tim terpadu akan rapat membahas teknisnya,” katanya.

Kendati demikian, Pengendalian (Wasdal) DPMPTSP Bintan ini juga tidak memastikan, pembuat Plang penutupan di kawasan Perindustrian Segantang Lada itu bisa dilakukan hari ini.

“Mungkin Minggu ini bang. Pastinya nanti lihat hasil rapat lah,” ucapnya.

Manajemen pengelola Kawasan Perindustrian Segantang Lada Bintan, serta pihak perusahaan PT.Aiwood Smarthome Internasional, yang berusaha dimintai tanggapan dengan penutupan pabrik dan gudangnya oleh Pemkab Bintan tidak satupun yang bersedia memberi tanggapan.

Sejumlah pihak pekerja di kawasan Perindustrian Segantang Lada dan PT.Aiwood Smart Home Internasional yang dimintai tanggapan, mengaku tidak berani memberi pernyataan karena bos perusahaan itu berada di China.

Berita Sebelumnya :

Penulis: Hasura
Editor  : Redaksi