Sebanyak 23 Gedung Koperasi Merah Putih di Kepri Dibangun, 9 Unit Masih Dalam Tahap Konstruksi

Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Provinsi Kepri, Riki Rionaldi (Roland/ Presmedia)
Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Provinsi Kepri, Riki Rionaldi (Roland/ Presmedia)

PRESMEDIA.ID– Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau mengatkan, hingga saat ini sebanyak 23 unit gerai Koperasi Merah Putih (KMP) di Kepri telah dibangun, sementara 9 unit lainnya masih dalam tahap konstruksi.

Kendati demikian, ke 23 Koperasi ini belum dapat beroperasi karena masih menunggu distribusi berbagai perangkat pendukung operasional, demikian juga dengan bahan-bahan yang akan dijual.

Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Provinsi Kepri, Riki Rionaldi, mengatakan pembangunan infrastruktur gerai koperasi terus dipacu guna mendukung target peluncuran program secara nasional.

“Saat ini sebanyak 23 unit geduung gerainya sudah selesai dibangun. Sedangkan 9 unit lainnya masih dalam proses konstruksi,” ujar Riki, Rabu (10/6/2026).

Meski bangunan fisiknya telah selesai, Namun gerai-gerai tersebut masih menunggu distribusi berbagai perangkat pendukung operasional. Perlengkapan yang akan dikirim meliputi rak penyimpanan, kamera pengawas (CCTV), mesin kasir, hingga kendaraan operasional yang akan menunjang aktivitas koperasi.

Ke 23 Gedung Kopersi yang telah dibangun itu dikatakan Riki, berada di 7 Kabupaten dan kota di provinsi Kepri.

Riki menargetkan seluruh gerai Koperasi Merah Putih di Kepulauan Riau sudah siap beroperasi sebelum peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81.

“Sehari sebelum peringatan Hari Kemerdekaan, seluruh gerai ditargetkan sudah selesai dan siap digunakan,” katanya.

Riki juga mengakui, pembangunan gedung Gerai Koperasi Merah Putih itu dilaksanakan oleh TNI, sedangkan Dinas Koperasi dan UKM Kepri melakukan pengawasan dan koordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota serta Kementerian Koperasi.

“Kolaborasi ini melibatkan unsur TNI guna memastikan proses pembangunan berjalan sesuai target di seluruh wilayah Kepulauan Riau,” ujarnya.

Namun demikian, tantangan geografis yang khas sebagai daerah kepulauan masih menjadi kendala utama, terutama terkait penyediaan lahan untuk pembangunan gerai.

“Kami sudah melaporkan kondisi ini kepada Menteri Dalam Negeri dan Menteri Koperasi agar dapat dicarikan solusi yang sesuai dengan karakteristik wilayah Kepri,” jelasnya.

Sembari menunggu penyelesaian gerai permanen, sejumlah koperasi dikatakan juga telah ada yang menjalankan aktivitas usaha dari lokasi sementara.

Menurut Riki, kondisi tersebut justru menjadi kesempatan bagi para pengelola koperasi untuk belajar mengembangkan usaha dan membangun kemandirian bisnis sebelum menempati gerai yang telah dibangun.

“Mereka masih menempati tempat sementara. Bagi kami, ini menjadi latihan untuk berbisnis sebelum masuk ke gerai permanen,” ujarnya.

Gerai Didorong Jadi Pusat Aktivitas Ekonomi Desa

Pemerintah juga mendorong pengelola koperasi untuk lebih kreatif dalam memanfaatkan gerai yang memiliki luas sekitar 20 x 30 meter.

Gerai tidak hanya difokuskan pada penjualan kebutuhan pokok atau sembako, tetapi juga dapat mengembangkan berbagai sektor usaha lain yang memiliki potensi ekonomi.

“Usaha yang dijalankan harus beragam, mulai dari rantai pasok dingin untuk hasil perikanan, penyediaan bahan bangunan, hingga sektor usaha produktif lainnya,” kata Riki.

Ia berharap diversifikasi usaha tersebut mampu meningkatkan daya saing koperasi sekaligus menjadikan Gerai Koperasi Merah Putih sebagai pusat aktivitas ekonomi yang produktif bagi masyarakat desa dan kelurahan di Kepulauan Riau.

“Gerai ini diharapkan menjadi pusat aktivitas ekonomi yang mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” pungkasnya.

Penulis:Roland
Editor :Redaktur