
PRESMEDIA.ID– Sejumlah simpatisan dan kader Partai Golkar dari Daerah Pemilihan (Dapil) I Kabupaten Bintan mengeluh karena berbagai aspirasi dan keluhan masyarakat yang diajukan tak junjung direalisasikan Pemerintah.
Hal itu dikatakan Warga dari tiga kecamatan yang masuk dalam Daerah Pemilihan (Dapil) I Kabupaten Bintan pada Dialog Interaktif Partai Golkar di Pasar Tani, Kecamatan Toapaya, Sabtu (4/10/2025).
Peserta yang hadir berasal dari beberapa kecamatan, seperti Toapaya, Gunung Kijang, dan Teluk Bintan. Sementara anggota DPRD yang hadir adalah Wakil Ketua I DPRD Kepri Dewi Kumalasari Ansar, anggota DPRD Bintan dari Partai Golkar Bintan Fiven Sumanti, Muhammad Wahyu Nugraha, Ahmad Makruf, Suprapto dan Hesti Gustian.
Warga menyatakan, sejumlah persoalan dapil pemilihan anggota Dewan itu, dinilai hingga saat ini belum mendapat perhatian dari pemerintah daerah maupun wakil rakyat.
Warga Desa Malang Rapat, Kecamatan Gunung Kijang, Sofian, mengungkapkan tiga hal utama yang menjadi keluhan masyarakat: lapangan kerja, penerangan jalan umum (PJU), dan penyaluran bantuan pemerintah.
“Saya ingin menyampaikan keluh kesah masyarakat Desa Malang Rapat. Mulai dari sulitnya mencari pekerjaan, kurangnya lampu jalan, hingga bantuan pemerintah yang belum tepat sasaran,” ujar Sofian.
Lapangan Kerja Masih Sulit untuk Warga Lokal
Menurut Sofian, meski pemerintah daerah sudah beberapa kali menggelar Job Fair untuk membuka peluang kerja, kenyataannya banyak warga lokal—terutama anak muda desa—yang belum juga mendapatkan pekerjaan, termasuk di PT Bintan Alumina Indonesia (BAI).
“Anak-anak desa sudah melamar langsung ke PT BAI dan ikut Job Fair, tapi sampai sekarang belum ada hasilnya,” katanya.
Desa Wisata Gelap Gulita Tanpa Lampu Jalan
Sofian juga mengeluhkan minimnya penerangan di jalan menuju kawasan wisata di desanya.
Sebagai desa wisata, kata dia, Malang Rapat seharusnya memiliki fasilitas penerangan yang memadai agar aman bagi masyarakat dan wisatawan.
“Sudah beberapa kali kami laporkan ke instansi terkait agar dipasang lampu jalan, tapi tak ada tanggapan. Seolah laporan kami hanya dibaca tanpa tindakan,” ucapnya kecewa.
Ia menambahkan, wilayah wisata seharusnya mendapat perhatian khusus karena menjadi penyumbang pendapatan bagi daerah.
Bantuan Pemerintah Belum Tepat Sasaran
Keluhan lain datang terkait pembagian bantuan pemerintah. Warga berharap agar data penerima bantuan dapat diperbaiki agar lebih tepat sasaran.
“Ada petani yang malah dapat bantuan kapal, sementara nelayan menerima bantuan untuk petani. Akibatnya, bantuan itu tidak bisa dimanfaatkan,” jelas Sofian.
Jalan Rusak dan Minim Penerangan
Keluhan serupa juga disampaikan seorang ibu dari Kecamatan Gunung Kijang. Ia menyoroti kondisi jalan dari Desa Malang Rapat menuju Kawal yang rusak parah meski baru diperbaiki.
“Baru seminggu selesai diperbaiki, jalannya sudah rusak lagi. Tolonglah diperhatikan,” ujarnya.
Menurutnya, kerusakan paling parah terjadi tak jauh dari rumah Kepala Desa Malang Rapat. Selain rusak, jalan di wilayah itu juga gelap karena minim lampu penerangan.
“Jangan tunggu ada korban dulu. Kalau sudah ada yang jatuh atau kecelakaan, masyarakat mau mengadu ke siapa?” tambahnya.
Petani Salak Minta Jalan ke Kebun
Dari Kecamatan Toapaya Asri, seorang petani salak juga menyampaikan aspirasinya. Ia meminta agar pembangunan jalan menuju Kebun Salak Sari Intan bisa dilanjutkan kembali.
Dari total 1.200 meter jalan yang diusulkan, baru sekitar 250 meter yang terealisasi.
“Salak Sari Intan ini produk unggulan hasil pertanian Bintan. Untuk mengembangkan sektor pertanian dan mendukung swasembada pangan, kami butuh akses jalan yang layak,” ujarnya.
“Kami berharap pemerintah daerah melalui anggota dewan bisa memperjuangkan agar pembangunan jalan itu segera dilanjutkan,” harapnya.
Penulis:Hasura
Editor :Redaksi