Gubernur Ansar Ahmad Luncurkan Program KEMAS 2026 di SMA Negeri 2 Tanjungpinang

: Gubernur Provinsi Kepulauan Riau Ansar Ahmad saat menyaksikan penandatanganan seluruh Kepala Sekolah di Kepri untuk peluncuran Program Kesbangpol Masuk Sekolah (KEMAS) 2026 di SMA N 2 Tanjungpinang (Roland/Presmedia)
: Gubernur Provinsi Kepulauan Riau Ansar Ahmad saat menyaksikan penandatanganan seluruh Kepala Sekolah di Kepri untuk peluncuran Program Kesbangpol Masuk Sekolah (KEMAS) 2026 di SMA N 2 Tanjungpinang (Roland/Presmedia)

PRESMEDIA.ID– Gubernur Provinsi Kepulauan Riau, Ansar Ahmad, meluncurkan Program Kesbangpol Masuk Sekolah (KEMAS) Tahun 2026 di SMA Negeri 2 Tanjungpinang, Selasa (27/1/2026).

Program KEMAS Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Kepri ini bertujuan menanamkan wawasan kebangsaan sejak dini kepada generasi muda sebagai bagian dari upaya mewujudkan Indonesia Emas yang gemilang.

Gubernur Ansar Ahmad menyampaikan, Program KEMAS merupakan salah satu langkah strategis Pemerintah Provinsi Kepri dalam mencetak generasi muda yang berkarakter kuat, berjiwa nasionalis, dan berdaya saing tinggi.

Pelaksanaan program ini melibatkan berbagai pihak, mulai dari unsur TNI, aparat pemerintah, hingga tokoh pendidikan yang dihadirkan sebagai narasumber utama.

Wawasan Kebangsaan Penting di Tengah Arus Globalisasi

Ansar menekankan pentingnya menanamkan nilai-nilai kebangsaan kepada pelajar di tengah derasnya arus modernisasi dan digitalisasi global.

“Di saat kita sibuk memberikan pengetahuan terkait digitalisasi, jangan sampai kita melupakan pentingnya menanamkan wawasan kebangsaan kepada generasi muda,” ujar Ansar.

Menurutnya, nilai kebangsaan harus menjadi fondasi utama bagi anak bangsa agar tidak kehilangan jati diri di tengah perubahan zaman.

Ia juga menegaskan pendidikan di sekolah perlu mengedepankan moderasi beragama serta toleransi terhadap keberagaman suku dan budaya.

Sikap inklusif ini diyakini mampu membentuk kekompakan masyarakat dalam membangun daerah yang lebih cerdas dan harmonis.

“Semangat membangun kekompakan ini harus ditanamkan sejak remaja, agar mereka memiliki bekal kuat untuk meraih kesuksesan di masa depan,” jelasnya.

Pemberantasan Narkoba Jadi Prioritas Bersama

Selain penguatan karakter, Gubernur Ansar juga menyoroti pentingnya pemberantasan narkoba demi melindungi masa depan generasi muda sebagai calon pemimpin bangsa.

Kolaborasi dengan BNN dinilai sangat krusial untuk memastikan lingkungan sekolah dan desa terbebas dari narkotika.

“Masalah narkoba harus kita atasi bersama. Kita harus sungguh-sungguh membentengi generasi muda dari ancaman ini,” tegasnya.

Kepala SMA Negeri 2 Tanjungpinang, Muhammad Tohir Karjono, menyampaikan apresiasi atas kehadiran Program KEMAS yang dinilai sebagai sarana penyegaran ilmu bagi para siswa.

Sebanyak 1.647 siswa di sekolah tersebut siap mengikuti kegiatan dan menyerap wawasan kebangsaan sebagai bekal menghadapi tantangan masa depan.

“Sebanyak 1.647 siswa di sini siap menyerap wawasan kebangsaan untuk bekal di masa depan,” kata Tohir.

Menurut Tohir, kegiatan KEMAS juga menjadi momentum penting bagi siswa untuk memahami pendidikan politik, khususnya bagi pemilih pemula.

Ia berharap materi dari para narasumber mampu memotivasi siswa untuk memiliki cita-cita yang tinggi dan berkontribusi positif bagi bangsa.

“Harapannya, kegiatan KEMAS ini dapat memotivasi siswa dalam meraih cita-cita yang lebih tinggi,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Kesbangpol Provinsi Kepri, Muhammad Iksan, mengatakan, Program KEMAS berlandaskan pada regulasi pemerintah daerah serta kebijakan nasional Pembinaan Ideologi Pancasila.

Program ini bertujuan menanamkan nilai-nilai luhur Pancasila sekaligus meningkatkan kewaspadaan pelajar terhadap bahaya laten radikalisme dan narkotika.

“Melalui edukasi yang intensif, kami berharap para pelajar mampu membentengi diri dari ancaman narkoba dan intoleransi,” ujar Iksan.

Ia menambahkan, Program KEMAS akan dilaksanakan di 12 SMA di Kepulauan Riau dengan target 10.000 siswa, dimulai dari SMA Negeri 2 Tanjungpinang dan berlanjut ke seluruh kabupaten dan kota di Kepri.

“Target kita sebanyak 10.000 siswa dari 12 sekolah di Kepulauan Riau,” pungkasnya.

Penulis:Roland
Editor :Redaktur