
PRESMEDIA.ID, Bintan – Jelang perayaan tahun baru 2022, aparat gabungan menjaga ketat pintu masuk pelabuhan yang ada di Kabupaten Bintan. Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi terjadinya lonjakan Covid-19.
Pintu masuk pelabuhan yang dijaga ketat yakni, Pelabuhan Sri Bayintan Kijang, Pelabuhan Bulang Linggi Tanjung Uban, dan Pelabuhan Kapal Roro ASDP Tanjung Uban. Bahkan ketiga pelabuhan tersebut didirikan pos pelayanan terpadu.
Sementara aparat gabungan yang terlibat antara lain TNI-Polri, Dinas Perhubungan (Dishub), Satpol PP, Dinas Kesehatan (Dinkes) serta Karantina Kesehatan Pelabuhan (KKP).
“Mereka akan mengawasi keluar masuknya orang dari Bintan maupun daerah lainnya,” ujar Kepala KKP Tanjungpinang Agus Jamaludin, kemarin.
Penjagaan telah dimulai dari menjelang natal sampai tahun baru. Disana aparat gabungan mengawasi penerapan protokol kesehatan (Prokes) serta pemeriksaan kesehatan.
Untuk perjalanan di wilayah aglomerasi, kata Agus, seperti Tanjungpinang, Bintan, dan Batam tidak diperlukan antigen jika telah menerima kedua dosis. Kalau di luar dari wilayah tersebut ataupun baru menerima satu dosis vaksin maka wajib tes Covid-19.
Kemudian diwajibkan setiap orang yang melakukan perjalanan memiliki aplikasi PeduliLindungi. Jika tidak ada maka tidak diizinkan melaksanakan perjalanan.
“Meskipun semua sudah ada namun nantinya didapati ada yang sakit dengan gejala mengarah covid-19. Kita akan langsung arahkan bersangkutan untuk ke RSUP RAT Kepri, disana mereka dikarantina,” jelasnya.
Sebelum berangkat juga diminta pelaku perjalanan mengisi Ehac di aplikasi peduli lindungi. Tujuannya sebagai langkah tracking kontak dengan siap-siap dia berkontak apabila nantinya ditemukan kasus positif.
Sebenarnya aspek terutama dalam menghadapi liburan panjang dari natal sampai tahun baru itu adalah kesehatan.
“Untuk anak usia di bawah 12 tahun boleh melakukan perjalanan bersama orangtuanya. Tapi bagus yang sudah divaksin,” katanya.
Diharapkan masyarakat dapat mengurangi aktivitas bepergian dalam liburan ini. Namun jika itu sifatnya urgent tidak masalah tetapi harus menerapkan prokes dengan melakukan 5 M. Yaitu menggunakan masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menghindari kerumunan dan mengurangi bepergian.
“Kalau bisa dan itu tidak penting atau urgent lebih baik ditunda dulu. Karena kesehatan itu lebih penting dari segalanya,” ucapnya.
Penulis : Hasura
Editor : Redaksi













