
PRESMEDIA.ID,Bintan-Satlantas Polres Bintan bersama Dinas perhubungan (Dishub), Organda, Jasa Raharja dan BPJS Kesehatan di Kabupaten Bintan kembali mengkampanyekan tertib berlalulintas melalui distribusi informasi kata-kata inovatif yang ditempel pada stiker puluhan Mobil dan dan Bas di Bintan, Senin (2/12/2019).
Kasatlantas Polres Bintan, AKP Rendi Johan Prasetyo mengatakan, pihaknya selalu berupaya mencegah lakalantas di Kabupaten Bintan. Kali ini dilakukan secara persuasif melalui distribusi informasi terkait dengan tertib berlalulintas.
“Kadang kala kita masih terpatok dengan memberikan edukasi langsung kepada audien. Namun sekarang memberikan edukasi itu kita lalukan dengan media yang berbeda yaitu melalui kendaraan roda dua dan mobile information,”ujar Rendi.
Untuk langkah pertama, kata Rendi, kendaraan yang digunakan untuk distribusi informasi adalah bus-bus penumpang. Kaca bagian belakang bus ditempelkan stiker yang bertuliskan himbauan kata-kata inovatif agar tertib berlalulintas.
Sejumlah kata-kata inovatif yang dipilih itu antara lain, “Putus Cinta Soal Biasa, Putus Rem Mati Kita..!” Selain itu ada juga kata, “Ketika Mantan terindah Chet kamu, Kamu Lebih Cantik Tak Pakai Helm, itu Hoax..!!”
Rendi mengatakan, Fungsi stiker itu portabel yaitu bisa dilihat dan dibaca dimana saja oleh masyarakat. Sebab bus tersebut selalu berpindah dari satu tempat ke tempat yang lain. “Dengan cara ini, informasi bisa cepat, merata dan meluas,” jelasnya.
Target tahap pertama ini 50 bus penumpang pariwisata yang ditempelkan stikernya. Namun untuk sekarang baru 30 bus yang ditempel sedangkan sisanya akan dilaksanakan secepatnya.
Selain bus, beberapa mobil box juga mulai mengikuti aksi ini. Dihimbau kepada pengusaha atau pemilik moda transportasi di Bintan untuk juga bersemangat melakukan hal yang sama. Karena ini adalah suatu tindakan sosial yang bertujuan untuk meningkatkan keselamatan dalam berkendara.
“Kita berharap dengan ini bisa mengoptimalkan dan meningkatkan kesadaran masyarakat berlalulintas. Tapi semua semua pemilik moda transportasi harus berkontribusi, baik transportasi penumpang maupun pengangkut barang dan lainnya,” katanya.
Penulis: Hasura












