
PRESMEDIA.ID, Tanjungpinang – Pemerintah Provinsi Kepri melalui Rumah Sakit Umum Provinsi Raja Ahmad Thabib (RSUPS-RAT) Tanjungpinang, menandatangani perjanjian kerjasama dengan Rumah Sakit Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita (RSJPDHK) Jakarta.
Dengan perjanjian ini, mulai Februari 2022 mendatang, RSUP RAT sudah bisa melakukan pelayanan kesehatan, tindakan operasi dan pemasangan ring Jantung.
Gubernur Kepri Ansar Ahmad sangat menyambut baik terobosan dan Kerjasama peningkatan pelayanan medis yang dilakukan RSUP-RAT dengan RS Harapan Kita Jakarta ini.
Karena kata Ansar, selama ini, banyak masyarakat Kepri yang mengeluhkan belum adanya fasilitas pelayanan penyakit jantung, sehingga harus dirujuk ke Jakarta atau bahkan ke luar negeri.
“Kerjasama ini menjadi salah satu terobosan yang dilakukan Pemprov Kepri demi meningkatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat,” sebutnya.
Sebab, kata Ansar, selama ini masyarakat mengeluarkan banyak biaya akomodasi dan transportasi ke luar daerah dalam upaya mendapat pelayanan kesehatan khususnya penyakit Jantung.
“Dengan adanya pelayanan penyakit jantung di Rumah Sakit Ahmad Thabib ini, semoga memudahkan masyarakat Kepri yang akan berobat,†katanya saat hadir dalam penandatanganan Kerjasama di Jakarta, Selasa (30/11/2021).
Ia menjelaskan, kerjasama antara kedua rumah sakit ini meliputi Jejaring Rujukan Pelayanan, Pengembangan Layanan dan Sumber Daya Manusia (SDM) Serta Penelitian di Bidang Jantung dan Pembuluh Darah.
Diharapkan, dengan ditandatanganinya perjanjian kerja sama ini maka pelayanan kesehatan jantung terpadu di Kepri dapat terwujud. Apalagi RSUD RAT saat ini merupakan Rumah Sakit Tipe B di regional 3 dan merupakan Rumah Sakit Rujukan bagi masyarakat Kepri.
“Selain itu, mulai April 2022, RSUP RAT akan membuka pelayanan operasi penyakit dalam secara terbuka untuk 10 jenis penyakit dengan pelayanan operasi jantung yang diutamakan,” ucapnya.
Mantan anggota DPR RI menambahkan, berdasarkan data jumlah kasus penyakit jantung koroner cukup tinggi di Kepri, yakni 50-60 persen kunjungan rawat jalan dan 60-70 persennya kunjungan rawat inap. Sehingga dengan tersedianya pelayanan jantung terpadu ini nantinya dapat mempermudah masyarakat Kepulauan Riau menjangkau pelayanan ini.
Namun, lanjut Ansar, dalam proses menuju harapan ini, masih banyak poin-poin yang harus dibenahi dan dipenuhi. Terutama dalam hal ketersediaan tenaga dokter spesialis dan tenaga pendukung, sarana dan prasarana serta akses menuju fasilitas tersebut.
“Kita akan mendukung penuh proses kerjasama ini. Dan saya sangat berterima kasih karena dengan adanya kerjasama dalam pelayanan jantung ini diharapkan dapat membantu terwujudnya pelayanan jantung terpadu yang prima di Kepri,†ungkapnya.
Penulis:Ismail
Editor :Redaksi












