
PRESMEDIA.ID– Komisi Pemilihan Umum (KPU) Bintan menilai bahwa data kependudukan milik Kemendagri lebih akurat dibandingkan dengan data dari BPS dan BPJS. Penilaian ini muncul setelah pelaksanaan coktas (pencocokan dan penelitian terbatas) hari pertama di Kecamatan Bintan Timur dan Gunung Kijang.
Komisioner KPU Bintan, A Fauzi, menyebut hasil verifikasi menunjukkan data Kemendagri lebih valid dalam mendeteksi status pemilih. Sebaliknya, data BPS dan BPJS masih ditemukan ketidakcocokan.
“Dari ketiga acuan data ini, data Kemendagri terbukti lebih akurat. Sementara data BPS dan BPJS justru tidak sesuai, karena ada empat pemilih yang tercatat meninggal dunia, tetapi faktanya masih hidup,” ungkap Fauzi, Kamis (4/9/2025).
Lanjutan Coktas di Kecamatan Lain
KPU Bintan memastikan proses coktas akan terus dilanjutkan ke kecamatan lainnya, yakni Teluk Sebong, Teluk Bintan, dan Toapaya pada Selasa (9/9/2025).
Metode yang digunakan masih sama, yakni mengambil sejumlah sampel pemilih yang tercatat meninggal dunia berdasarkan data dari Kemendagri, BPS, dan BPJS.
“Semoga tidak ditemukan lagi data yang tidak akurat seperti sebelumnya,” tambah Fauzi.
Temuan KPU Bintan
Sebelumnya, KPU Bintan menemukan kejanggalan data pemilih dari hasil pencocokan data pemilih di lapangan, dari perbandingan data, beberapa warga yang dinyatakan meninggal berdasarkan data BPS dan BPJS, namun ternyata ditemukan masih hidup dan sehat.
Temuan ini memperlihatkan pentingnya pemutakhiran data pemilih berkelanjutan (PDPB) agar proses pemilu dan pilkada berjalan lebih transparan serta minim kesalahan.
Penulis:Hasura
Editor :Redaksi












