Menparekraf Sandiaga Uno Dorong Warteg Go Internasional

Menparekraf, Sandiaga Salahuddin Uno saat kegiatan Kabupaten/Kota (KaTa) Kreatif di Pendopo Kantor Wali Kota Tegal, Jawa Tengah, Sabtu (11/6/2023). (Foto: Kemenkominfo)
Menparekraf, Sandiaga Salahuddin Uno saat kegiatan Kabupaten/Kota (KaTa) Kreatif di Pendopo Kantor Wali Kota Tegal, Jawa Tengah, Sabtu (11/6/2023). (Foto: Kemenkominfo)

PRESMEDIA.ID, Jakarta – Pemerintah mendorong warung tegal atau warteg yang menyediakan makanan dan minuman dengan harga terjangkau semakin mendunia, sehingga mampu membangkitkan ekonomi dan membuka peluang usaha bagi para pelaku UMKM di Tanah Air.

Hal ini diungkapkan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Salahuddin Uno saat kegiatan Kabupaten/Kota (KaTa) Kreatif di Pendopo Kantor Wali Kota Tegal, Jawa Tengah, Sabtu (11/6/2023).

Sandiaga Uno menuturkan, pihaknya mengapresiasi komitmen Wali Kota Tegal Dedy Yon Supriyono yang terus mendorong pelaku UMKM dan produk-produk ekonomi kreatif di daerahnya termasuk warteg.

“Kita harapkan ini akan terus menjadi peluang usaha dan apa yang sudah dilakukan Pak Wali Kota ini harus terus digelorakan dan dilanjutkan untuk mempercepat lahirnya wirausaha muda karena target kita mampu menciptakan 4,4 juta lapangan kerja baru dan berkualitas di tahun 2024,” kata Sandiaga Uno dikutip dari laman resmi Kemenkominfo.

Sandiaga Uno menjelaskan beberapa upaya terus dilakukan pemerintah untuk mendorong warteg bisa go internasional, Kemenparekraf sendiri saat ini memiliki program Spice Up The World.

“Jadi warteg ini akan kami ikut sertakan pada kegiatan ke luar negeri,” ungkapnya.

Dengan begitu, lanjut Sandiaga Uno, harapannya pada kunjungan berikutnya warteg ini bisa dibuka di New York, Jerman, dan beberapa negara di Timur Tengah.

“Ini yang akan kita fasilitasi, karena Tegal jni punya semangat wirausaha yang tinggi. Karena kalau warteg ini dibuka di luar negeri bukan hanya mempromosikan kuliner Tegal tapi juga membuka peluang usaha dan lapangan kerja bagi masyarakat Indonesia,” tuturnya.

Ia berharap Wali Kota Tegal juga segera melakukan uji petiknya sehingga ada subsektor unggulan daerah yang terpilih dan berkembang lalu bisa turut dalam program akselerasi.

Proses uji petik PMK3I atau Penilaian Mandiri Kabupaten Kota Kreatif sendiri merupakan upaya untuk memperkuat ekosistem ekonomi kreatif yang harus segera dilakukan, agar para pelaku ekonomi kreatif merasakan manfaat program.

“Kota Tegal bisa segera melakukan uji petik agar memiliki subsektor ekonomi kreatif unggulan dan subsektor penopang. Para pelaku UMKM di Tegal harus terus termotivasi untuk meningkatkan omzet dari usahanya. Mulai dari yang jamu, juga usaha-usaha kuliner termasuk warteg hingga makanan olahan laut,” pungkasnya.

Penulis: Presmedia
Editor  : Redaktur