Nelayan Teluk Bintan Diterkam Buaya Saat Mau Naik Sampan

Nelayan Desa Penaga Kecamatan Teluk Bintan, Mahyudin yang diterkam buaya saat hendak naik ke sampannya. (Foto: Masyarakat Desa Penaga)
Nelayan Desa Penaga Kecamatan Teluk Bintan, Mahyudin yang diterkam buaya saat hendak naik ke sampannya. (Foto: Masyarakat Desa Penaga)

PRESMEDIA.ID – Nelayan Kampung Tanah Merah, Desa Penaga, Kecamatan Teluk Bintan, Mahyudin (49) nyaris tewas akibat diterkam buaya Senin (26/5/2025).

Informasi di lapangan, korban diterkam Buaya saat hendak masuk ke sampannya.

Kronologis kejadian, berawal ketika korban hendak melaut. Setibanya di Pelantar RT 03 RW 02 Kampung Tanah Merah, korban melepaskan tali tambatan sampannya.

Namun ketika melangkahkan kakinya ke sampan, tiba-tiba buaya menerkam kakinya dan predator itu berusaha menarik korban ke dalam air.

Dengan berupaya keras, korban berteriak minta tolong dan memegang tangga agar tidak terbawa ke air yang lebih dalam.

Teriakan korban didengar oleh Jamil, seorang warga yang rumahnya tidak jauh dari lokasi kejadian. Spontan Jamil langsung beranjak dan berlari menuju sumber teriakan itu serta memanggil anaknya.

Dari jarak dekat, Jamil melihat jelas korban sedang memegang tangga kayu pelantar dengan satu tangan. Dia bersama anaknya langsung menolong dengan cara menarik tangan korban.

“Saye sama anak menarik tangan Mahyudin (korban). Tiba-tiba timbul buaya. Ukurannya sangat besar,” ujar Jamil, Selasa (27/5/2025).

Buaya yang muncul ke permukaan itu warnanya hitam dan panjangnya sekitar 4 Meter. Dibagian mulutnya sudah menggigit kaki Mahyudin. Buaya itu kembali berusaha menarik Mahyudin.

“Jadi saya bersama anak dan buaya saling tarik-tarikan, buaya tarik Mahyudin ke bawah kalau kami tariknya ke atas,” jelasnya.

Beberapa menit tarik-tarikan penyelamatan Mahyudin akhirnya buaya tersebut melepaskan cengkramannya dan pergi ke arah kerambah.

Akibat serangan reptil itu, kaki kanan Mahyudin robek besar dan kaki kirinya luka-luka.

“Mahyudin berhasil kita bawa ketas dan bersandar di pelantar. Lalu kakinya mengeluarkan darah yang cukup banyak. Warga langsung membersihkan darahnya dan membelitkan kain dikaki upaya menghentikan lajunya darah,” katanya.

Setelah itu, Mahyudin langsung dilarikan ke rumah sakit di Kota Tanjungpinang untuk mendapatkan penanganan medis.

Penulis: Hasura
Editor : Redaksi