
PRESMEDIA.ID, Jakarta – Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Ditjen Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) terus melakukan operasi tanggap darurat bencana.
Operasi itu, khususnya ditujukan atas musibah banjir yang melanda 10 kabupaten/kota di Kalimantan Selatan serta bencana gempa yang melanda Kabupaten Mamuju hingga Majene di Sulawesi Barat.
”Tanggap bencana yang dilakukan Ditjen Dukcapil Kemendagri itu, dengan mendata serta mengganti dokumen kependudukan yang hilang dan rusak akibat terendam banjir,” kata Dirjen Dukcapil Kemendagri, Prof Judan, Senin (27/1/2021)Â Â sebagaimana dilansir laman resmi kemendagri..
Ditjen Dukcapil, sebut Judan, biasa proaktif memberi layanan penggantian dokumen kependudukan setiap warga terdampak bencana alam. Khususnya korban banjir di Kalsel dan korban gempa bumi di Sulbar.
Pihak Dukcapil juga telah memberangkatkan dua tim langsung ke daerah terdampak bencana untuk melakukan pelayanan tersebut dan meminta tim untuk segera berkoordinasi terkait apa saja yang dibutuhkan.
”Sekarang tim sudah bergerak aktif mendata dan mengganti dokumen yang hilang rusak tersebut dengan gratis,” kata Zudan yang juga ikut memantau pergerakan tim.
Dilaporkan, hingga Minggu (24/1/2021), sebanyak 10 Kabupaten/Kota terdampak banjir Kalimantan Selatan. Kabupaten/kota tersebut antara lain Kabupaten Tapin, Kabupaten Banjar.
Banjir juga menerjang, Kota Banjar Baru, Kota Tanah Laut, Kota Banjarmasin, Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Kabupaten Balangan, Kabupaten Tabalong, Kabupaten Hulu Sungai Selatan, dan Kabupaten Barito Kuala (Batola).
Tim dukcapil pusat dengan berkoordinasi dan dukungan penuh tim dinas dukcapil provinsi dan kabupaten/kota di Kalsel, guna melakukan pemetaan korban yang paling parah terdampak bencana banjir.
Tak lupa, Zudan juga juga berpesan agar tim bala bantuan dukcapil pusat dapat menyiapkan perbekalan selama dalam masa pelayanan secara mandiri, dan tetap menjaga kesehatan tubuh dengan baik.
“Maka koper dan ransel disiapkan dengan baik. Bawa baju tidur, makanan obat-obatan, dsb. Pengalaman kita turun di beberapa daerah-daerah bencana sebelumnya, kita selalu mandiri bawa makanan yang tahan lama dan baju hangat karena tempat tidur kita belum tentu bagus,†pungkasnya.
Dalam pada itu, Penanggung Jawab Wilayah Kalsel di Ditjen Dukcapil, Sukirno menambahkan, bila ada korban meninggal tim akan bekerja sama dengan pihak terkait seperti Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) guna melakukan evakuasi.
”Setelah jenazah ditemukan dan dibuatkan surat keterangan kematian, maka oleh tim dukcapil memberikan dokumen akta kematian dan diserahkan langsung kepada keluarga korban,” ujar Sukirno.
Begitu pula bila terjadi peristiwa penting seperti pengungsi yang melahirkan, tim dukcapil proaktif memberikan minimal 3 dokumen sekaligus, yakni akta kelahiran, KK baru untuk suami-istri dengan anak yang baru lahir, serta Kartu Identitas Anak.
Tim dukcapil pusat melaporkan, rekapitulasi penggantian dokumen kependudukan korban bencana banjir Kalimantan Selatan sebagai berikut:
1. Kabupaten Hulu Sungai Tengah sebanyak 14.418 Kartu Keluarga dan 5 Akta kematian, dari 19 Desa/Kelurahan;
2. Kabupaten Balangan sebanyak 6 Kartu Keluarga, 1 Akta Kelahiran, dan 16 keping KTP-el dari satu Desa;
3. Kabupaten Tapin sebanyak 260 Kartu Keluarga dari satu Desa;
4. Kabupaten Tanah Laut sebanyak 1.503 Kartu Keluarga dari 11 Desa.
Sehingga total jumlah penggantian dokumen kependudukan yaitu: 16.187 Kartu Keluarga; 1 Akta Kelahiran; 5 Akta Kematian; dan 16 KTP-el.
Penulis : redaktur
Editor : Redaktur
Sanggahan, koreksi, atau Hak Jawab sesuai UU Pers No. 40/1999 melalui email Redaksi presmedia.id: redaksi.presmed@gmail.com







