
PRESMEDIA.ID,Tanjungpinang- Selain masalah wabah corona virus, Provinsi Kepri kembali dilanda kekurangan air pasca kemarau yang mengakibatkan dua sumber air baku PDAM Tirta Kepri di Sei Pulai dan Gesek mengering.
Direktur utama PDAM Tirta Kepri Mamat mengatakan, kemarau berkepanjangan yang terjadi di pulau Bintan, mengakibatkan penurunan sumber air baku air PDAM Tirta Kepri yang mengakibatkan terganggunya distribusi air ke masyarakat.
Kondisi 2 waduk sumber air baku PDAM Tirta Kepri saat ini kata lanjutnya, dalam kondisi mengkhawatirka. Waduk Sei Pulai per 11 Maret 2020 kemarin sudah minus 22 centimeter dari ketinggian normal 22 centimeter sebelumnya. Demikian juga dengan sungai Gesek, dari 200 centimeter ketinggian volume air sebelumnya saat ini minus 52 centimeter.
“Jika hujan tidak turun dan tidak ada sumber air baku tambahan, maka diperkirakan pelayanan air bersih kepada pelanggan hanya bertahan kurang lebih 15 hari kedepan atau hingga 26 Maret 2020,”ujarnya.
Dan akibat kondisi debet air yang terus merosot ini, lanjut Dia, PDAM dan pemerintah Kepri telah melakukan Rapat dan koordinasi dan akan menyediakan 5 Mobil Tangki Air untuk menyuplai air bersih pada masyarakat Tanjungpinang dan Bintan.
Saat ini lanjutnya, pihaknya di PDAM sedang menyusun teknis pendistribusian bantuan suplay air melalui mobil tangki kepada masyarakat itu nantinta. Namun demikian, PDAM Tirta Kepri tetap melayani para pelanggan dengan sistem penjadwalan walaupun kondisi debit air Sei Pulai sudah pada angka minus.
“Walau kondisinya minus 64 centimeter operasi masih jalan namun dengan penjadwalan,”ujar Mamat.
Mamat berharap, dalam waktu dekat sudah mulai turun hujan. Sehingga, dua waduk yang menjadi penopang utama suplay air bersih di kawasan Kota Tanjungpinang dan Bintan itu bisa terpenuhi. “Saat ini air disana, hanya bisa bertahan paling maksimal 10 sampai 15 hari kedepan,”tuturnya.
Untuk diketahui, PDAM Tirta Kepri saat ini melayani sekitar 20 ribu pelanggan di Tanjungpinang dan Bintan. Diantaranya, sekitar 17 ribu Tanjungpinang dan 3 ribu di Bintan.
Penulis: Ismail
Sanggahan, koreksi, atau Hak Jawab sesuai UU Pers No. 40/1999 melalui email Redaksi presmedia.id: redaksi.presmed@gmail.com












