
PRESMEDIA.ID– Sejumlah bahan kebutuhan pokok di Kota Tanjungpinang mulai menipis setelah pasokan barang dari wilayah Sumatera terganggu akibat bencana alam dan cuaca ekstrem.
Kondisi ini menyebabkan harga beberapa komoditas pokok mulai merangkak naik menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru).
Selain dampak bencana di Sumatera, cuaca ekstrem berupa hujan lebat, angin kencang, serta gelombang laut tinggi di wilayah Kepulauan Riau turut menghambat distribusi kebutuhan pokok melalui jalur laut menuju Tanjungpinang.
Situasi ini diakui pemerintah dan pihak kepolisian dalam rapat bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (FKPD).
Meski demikian, pemerintah memastikan bahwa persediaan beras dan minyak goreng di Kota Tanjungpinang masih aman dan mencukupi untuk kebutuhan masyarakat.
Kapolres Tanjungpinang, Kombes Pol Hamam Wahyudi, menyampaikan bahwa di akhir Desember 2025 ini, kondisi cuaca ekstrem menjadi faktor utama terhambatnya arus pasokan barang kebutuhan pokok menjelang Nataru.
Polisi Lakukan Pengawasan Ketat
Kapolres menegaskan bahwa Satgas Pangan Polresta Tanjungpinang akan terus melakukan pengawasan terhadap distribusi kebutuhan pokok di lapangan.
“Kami akan melakukan monitoring dan pemantauan agar tidak ada spekulan yang mencoba menimbun barang atau melakukan penyimpangan,” tegasnya.
Pengawasan ini dilakukan untuk menjaga stabilitas harga, memastikan pasokan tetap beredar, serta mencegah terjadinya pelanggaran oleh pihak yang memanfaatkan situasi menjelang hari besar.
Penulis :Roland
Editor :Redaktur
Sanggahan, koreksi, atau Hak Jawab sesuai UU Pers No. 40/1999 melalui email Redaksi presmedia.id: redaksi.presmed@gmail.com










