Turut Prihatin, PGI Desak Pemerintah dan Penegak Hukum Usut Tuntas Penelantaran Kontingen Pesparawi Kepri

PGI Desak Pemerintah dan Penegak Hukum Usut Tuntas Penelantaran Kontingen Pesparawi Kepri.
PGI Desak Pemerintah dan Penegak Hukum Usut Tuntas Penelantaran Kontingen Pesparawi Kepri

PRESMEDIA.ID– Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI) Kota Tanjungpinang, mendesak Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau bersama Aparat Penegak Hukum (APH) mengusut tuntas penyebab gagalnya keberangkatan Kontingen Pesparawi Kepulauan Riau ke ajang Pesparawi Nasional XIV di Manokwari, Papua Barat.

Hingga berita ini diterbitkan, Panitia kontingen maupun Bimbingan Masyarakat (Bimas) Kristen Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kepulauan Riau belum memberikan tanggapan resmi terkait insiden yang menyebabkan puluhan peserta terlantar di Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta itu beberapa waktu lalu.

PGI: Peristiwa Ini Menimbulkan Kerugian Moral dan Psikologis

Ketua Umum PGI Kota Tanjungpinang, Pendeta Romli Handoyo, mengatakan Pesparawi merupakan wadah pembinaan iman, karakter, persaudaraan, sekaligus pengembangan talenta seni paduan suara gerejawi.

Karena itu, menurutnya, kegagalan keberangkatan kontingen bukan hanya persoalan administratif, tetapi juga menimbulkan kerugian moral, psikologis, hingga materiil bagi peserta, pelatih, pendamping, keluarga, serta masyarakat Kepulauan Riau yang telah memberikan dukungan.

PGI Kota Tanjungpinang menyampaikan rasa empati, keprihatinan, dan solidaritas kepada seluruh peserta beserta keluarga yang terdampak.

“Kami mendorong Pemerintah dan aparat penegak hukum di Provinsi Kepulauan Riau bersama instansi terkait untuk mengusut secara tuntas penyebab kegagalan keberangkatan tersebut secara transparan dan akuntabel,” ujar Romli Handoyo dalam keterangan tertulis yang diterima PRESMEDIA.ID.

Minta Panitia dan Pihak Travel Bertanggung Jawab

PGI juga meminta panitia penyelenggara maupun pihak travel memberikan penjelasan secara terbuka kepada publik serta mempertanggungjawabkan kewajibannya sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Selain itu, PGI mengajak seluruh lembaga gereja, organisasi Kristen, dan masyarakat untuk tetap menjaga persatuan, tidak mudah terprovokasi, serta mengawal penyelesaian persoalan secara bermartabat melalui jalur hukum.

“Kami juga mengajak seluruh umat Kristiani dan saudara-saudara kami yang lain untuk berdoa agar Tuhan memberikan kekuatan, penghiburan, hikmat, dan jalan keluar terbaik bagi seluruh pihak yang terdampak,” tutup Romli.

Sementara itu, Ketua LPPD Kepulauan Riau, Jumaga Nadeak, dan Ketua Panitia Kontingen Pesparawi Kepri, belum memberikan tanggapan saat dikonfirmasi terkait peristiwa tersebut.

Namun, berdasarkan pemberitaan sejumlah media di Batam, Juga dan Panitia lainya, telah melaporkan dugaan penipuan dan penggelapan dana pembelian tiket kontingen Pesparawi Kepri ini ke Polda Kepulauan Riau.

Ditenpat terpisah, Kepala Kanwil Derpag Kepri melalui Bimbingan Masyarakat (Bimas) Kristen Kantor Wilayah Kementerian Agama Kepulauan Riau, Sahat Sihombing, juga belum memberi tanggapan atas kejadian ini.

Upaya konfrimasi yang disampaikan Media ini kepada Sahat Sihombing tidak memberikan respons atau jawaban.

Sebelumnya, sebanyak 27 anggota Tim Paduan Suara Wanita (PSW) Kontingen Pesparawi Kepulauan Riau gagal berangkat mengikuti Pesparawi Nasional XIV di Manokwari.

Rombongan berangkat dari Tanjungpinang pada 25 Juni 2026 dengan penuh semangat. Namun, setibanya di Bandara Soekarno-Hatta, mereka harus berpindah-pindah terminal tanpa kejelasan, mulai dari Terminal 1C, kemudian ke Terminal 1B, berlanjut ke Terminal 2, hingga akhirnya berada di Terminal 3.

Sebagian besar peserta merupakan ibu-ibu dan lanjut usia yang harus membawa koper mereka sendiri tanpa pendampingan dari panitia.

Beberapa peserta bahkan dilaporkan hampir pingsan akibat kelelahan dan dehidrasi. Situasi semakin memburuk setelah diketahui tiket penerbangan mereka masih berstatus booking dan belum diterbitkan (issued), sehingga seluruh rombongan gagal berangkat ke Manokwari dan akhirnya kembali ke Tanjungpinang.

PGI Minta Kasus Diusut Secara Transparan

PGI Kota Tanjungpinang berharap seluruh pihak yang bertanggung jawab dapat memberikan penjelasan kepada publik secara terbuka.

Organisasi tersebut juga meminta aparat penegak hukum mengusut tuntas penyebab kegagalan keberangkatan kontingen agar kejadian serupa tidak kembali terulang pada kegiatan nasional di masa mendatang.

Penulis:Presmedia
Editor :Redaksi

Sanggahan, koreksi, atau Hak Jawab sesuai UU Pers No. 40/1999 melalui email Redaksi presmedia.id: redaksi.presmed@gmail.com