Kepri Tanggap Darurat COVID-19, Jumlah Penderita 3 Positif Corona, 39 PDP dan 144 ODP

Kepri Tanggap Darurat COVID-19, Jumlah Penderita 3 Positif Corona, 39 PDP dan 144 ODP
Plt.Gubrnur Kepri Isdianto dan Sekda Kepri TS.Arif Fadillah serta Kepala dinas Kesehtan Porovinsi Kepri Tjejep Yudian dalam tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 di Kepri.

PRESMEDIA.ID,Tanjungpinang- Pemerintah provinsi Kepri menetapkan status Tanggap Darurat COVID-19 Provinsi Kepri, Kamis,(19/3/2020). Penetapan itu, didasarkan atas ditemukanya 3 orang warga positip terinfeski corona virus. Sedangkan 39 orang lainya, merupakan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) serta 144 Orang Dalam Pemantauan (ODP) hingga Kamis,(19/3/2020) di Provinsi Kepri.

Plt.Gubernur Kepri Isdianto mengatakan, kendati Kepri dalam status tanggap darurat COVID-19, dirinya meminta masyarakat agar tidak takut dan panik. Karena pemerintah melalui satuan gugus tugas yang dibentuk, terus melakukan upaya percepatan penanganan COVID-19 di Kepri.

“Semua kita harus sama-sama melakukan pencegahan. Pemerintah juga sangat memperhatikan situasi dan kondisi masyarakat atas wabah dan penanganan COVID-19 ini,”ujarnya di gedung Daerah Kamis,(19/3/2020).

Dengan dibentuknya Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, Isdianto berharap akan dapat langsung bekerja menangani, memantau, mengkomunikasikan hingga diketahui data pasti penderita Covid-19 di kabupaten/kota yang sedang mengalami gejala. Hingga,� dapat diambil langkan dan tindakan dalan dalam pencegahanya.

“Melalu kebijakan peliburan sekolah, pegawai bekerja dari rumah, meniadakan apel dan kegiatan seremonial dinas, melakukan sosial distance atau menjaga jarak, tidak melakukan kerumunan masa yang banyak serta rajin mencuci tangan, merupakam upaya yang terus kita lakukan dalam memutus mata rantai penyebara wabah virus corona ini, hingga tidak semakin mewabah,”ujarnya.

Kepada seluruh masyarakat, Isdianto juga mengajak, agar sama-sama mencegah dengan melakukan sejumlah protokoler SOP pencegahan, pada diri sendiri, keluarga, kelompok dan golongan dalam upaya memutus mata rantai penyebaran.

“Jangan panik, tapi ayo kita sama-sama, melakukan pencegahan, dengan mengawasi diri sendiri, keluarga dan anak, agar sementara waktu berada dirumah dan tidak melakukan kegitan di luar rumah kalau tidak terlalu penting. Kalau kita sama-sama, Insyallah kondisi ini akan segera dapat diminimalkan penyebaranya,”ujar Isdianto.

Selain itu, lanjut dia, pemerintah juga meminta masyarakat yang merasa pernah kontak dan berinteraksi dengan penderita positif corona, maupun orang yang sedang dirawat mengalami gejala, Agar dengan kesadaran sendiri dapat melapor ke pos kesehatan terdekat, seperti klinik dan Puskesmas, sehingga dapat dilakukan pemantuan dalam rangka memutus mata rantai penyebaran wabah virus.

Ditempat yang sama Ketua Satgas COVID-19 Kepri TS.Arif Fadillah didampingi Kepala dinas Kesehatan Provinsi Kepri Tjejep Yudian mengatakan, dari total data yang dihimpun, sebanyak 3 penderita positif terkonfermasi corona di Kepri berada di Tanjungpinang 1 orang, Batam 1 Orang dan Karimun 1 orang.

Ke tiga pasien positif Corona ini, ditempatkan diruangan Isolasi dalam rangka perawatan di 3 Rumah sakit penanganan COVID-19 di Kepri seperti di� Tanjungpinang, Batam dan Karimun,”ujar Tjejep.

Selain 3 positif corona, lanjutnya, Saat ini juga dilakukan karantina dalam rangka observasi pada 39 orang pasien Dalam Pemantauan (PDP) karena memiliki gejala sakit demam, batuk, sesak dan radang tengoran lainya.

Ke 39 PDP itu,19 orang berada di RS Batam, 12 orang di RSUP Ahmad Thabib Tanjungpinang, 1 orang di RS Bintan, 2 di RS Anambas, 1 di RS Natuna, sedangkan Lingga kosong,”ujarnya.

Kesemua pasien, oasitif corona dan PDP yang di rawat di Rumah sakit itu, lanjut Tjejep, saat ini kondisinya tetap stabil dan menjalani perawatan.

Sedangkan jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) karena pernah berinteraksi dengan pasien positif corona atau Pasen Dalam Pengawasan ada sebanyak 144 orang yang di karantina dan dipantau di rumah dan rumah sakit.

Dari 144 ODP di Kepri itu, sebanyak 70 orang berada di Batam, 45 orang di Tanjungpinang, 7 orang di Bintan, 17 orang di Karimun, 5 orang di Anambas, Natuna Kosong, dan Lingga 1 orang.

“Yang perlu kami tekankan, kondisi ke 144 ODP ini seluruhnya sehat. Tetapi untuk mengantisipasi penularan karena yang bersangkutan pernah kontak dengan pasien PDP dan pasien positif Corona, perlu dilakukan karantina dalam pelaksanaan pemantuan selama 14-20 hari,”sebutnya.

Penulis:Redaksi�

Sanggahan, koreksi, atau Hak Jawab sesuai UU Pers No. 40/1999 melalui email Redaksi presmedia.id: redaksi.presmed@gmail.com