Armada Kapal Minim, Kementerian dan PT.Pelni Diduga Langgar SE Petunjuk Perjalanan Masa Pandemi Covid-19

Tangkapan Layar Foto Jadwal dan Rute keberangkatan KM.Dorolonda
Tangkapan Layar Foto Jadwal dan Rute keberangkatan KM.Dorolonda

PRESMEDIA.ID, Tanjungpinang – Akibat armada Kapal yang melayani warga mudik Natal dan tahun Baru 2022 dari Kepri minim, membuat Kementerian Perhubungan dan PT.Pelni meloloskan penambahan kapasitas penumpang kapal dengan non-site di sejumlah Kapal PT.Pelni.

Dengan penambahan penumpang non site ini,secara jelas Kementerian dan PT.Pelni diduga melanggar Surat Edaran-nya sendiri Nomor 83 tahun 2022 tentang Petunjuk pelaksana Perjalanan Orang dalam Negeri dengan transportasi Laut pada masa pandemi Coronavirus-19 serta Surat Edaran Satgas Covid Nomor 24 Tahun 2022.

Pada Surat Edaran ini, Kementerian Perhubungan sebenarnya telah menegaskan, agar Operator kapal dan penumpang (orang) menjaga protokoler kesehatan dalam perjalanan pada masa Pandemi Covid-19 yang saat ini masih mengancam.

Kementerian Perhubungan bahkan mewajibkan, Operator Kapal dan jajaranya di KSOP, agar mengawasi pergerakan orang pada transportasi laut tersebut.

Bahkan, selain menjaga Protokol kesehatan, Kementerian Perhubungan juga menyatakan melakukan pembatasan kapasitas jumlah penumpang angkutan kapal, agar bisa menjaga jarak serta kewajiban bagi setiap penumpang dan ABK Kapal melakukan vaksin minimal 2 kali serta menyediakan perlengkapan lainya sebagai persyaratan.

Sementara PT.Pelni Cabang Tanjungpinang dan Batam, dalam satu Minggu terakhir kembali menjual tiket kapal Pelni KM.Kelud tujuan Belawan (Medan) dari Batam dan Bintan dengan tambahan Non Site.

Penjualan tiket Non seat ini, juga dilakukn PT.Pelni Batam pada ratusan penumpang KM.Dorolondo yang sebelumnya telah berangkat dari Batam tujuan Belawan pada 19 Desember 2022 lalu.

Kepala cabang PT Pelni Tanjungpinang Putra Kencana, juga mengakui adanya pembatasan penumpang pada Kapal Pelni ini sebagaimana syarat perjalanan SE Kemenhub Nomor 83 dan Satgas Covid Nomor 24 Tahun 2022.

Namun karena penumpang Kapal membludak, dan pemerintah (Kementerian Perhubungan-red) telah mengijinkan, maka PT.Pelni menambah volume penumpang atau tiket non side sekitar 30 sampai 60 persen dari 2000 orang kapasitas kapal.

Dengan pelolosan penambahan penumpang itu, PT.Pelni Tanjungpinang juga membenarkan menjual ratusan tiket Kapal Non site itu pada masyarakat.

Sementara untuk Armada Kapal, dikatakan Pelni hanya menambah KM.Dorolonda tujuan Medan, Batam, Kijang dan Tanjung Priok.

Kapal Pelni terakhir di 2022 yang akan mengangkut penumpang dari Bintan dan Batam ke Belawan (Medan) hanya tinggal KM.Kelud pada tanggal 28 Desember 2022 mendatang.

Sedangkan dua Kapal Pelni Tujuan Jawa dan Indonesia Timur, saat ini tinggal dua kapal KM.Bukit Raya dengan rute Tanjung Priok, Belinyu, Tanjungpinang, Letung, Tarempa, Natuna, Midai, Serasan, Pontianak dan Surabaya. Kemudian KM.Umsini dengan rute Tanjungpinang, Kijang, Tanjung Priok, Surabaya, Makasar, Maumere dan Kupang.

Sementara tiga kapal Perintis yang dikelola PT.Pelni, KM.Sabuk Nusantara 83 dan 48, 80 berlayar sesuai dengan jadwal pelayarannya per 10 hari sekali.

Penulis:Presmedia
Editor  :Redaksi

Sanggahan, koreksi, atau Hak Jawab sesuai UU Pers No. 40/1999 melalui email Redaksi presmedia.id: redaksi.presmed@gmail.com