BBM Langka, Sopir Lorry Menjerit, Pemerintah Dimana…?

IMG 20190916 WA0011
Anterian Panjang Mobil akibat BBM solar Langka disejumlah SPBU.

PRESMEDIA.ID,Tanjungpinang- Kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar membuat masyarakat dan sejumlah sopir lorry menjerit. Para sopir pun bertanya, “Dimana Pemerintah saat ini…?”.� Hal itu dikatakan sejumlah sopir Lorry dan Pick Up pada media di sebuah tempat mangkal di Km 9 Tanjungpinang, Rabu,(9/10/2019).

Eri salah satu sopr mengatakan, akibat kelangkaan BBM yang terjadi saat ini, usaha sewa Pick Up angkutan barang yang digelutinya semakin berkurang. Jika biasanya Ayah 3 orang anak ini mengaku bisanya mendapat pemasukan Rp.500-600 ribu kotor per hari dari jasa angkutan barang yang ditekuni, saat ini hanya bisa dapat Rp.200,000,-. “Itu juga kalau ada orderan”ujarnya.

Masalahnya, ujar warga kilometer 18 ini, dirinya harus kejar-kejaran untuk mengantri disejumlah SPBU di Tanjungpinang dan Bintan agar bisa mendapat BBM solar untuk Pick Up-nya. Bahkan, dia mengaku sering was-was atas BBM mobilnya habis, saat ada orderan mengantar barang. “Karena itu, pagi-pagi saya berusaha anterian di SPBU untuk dapat BBM. Tapi sering tidak dapat solar. Kita orang miskin dan susah,”katanya.

Kalau BBM tidak ada, lanjut Eri, dirinya tidak akan bisa kerja. Dan jika sudah tidak bekerja, penghasilanya tidak ada untuk menghidupai anak dan isteri di rumah. “Kadang kami juga sering bertanya, Pemerintah dimana iyah,,?, Kami bukan minta uang, hanya minta BBM jangan langka dan susah diperoleh. Kalau BBM susah seperti ini, mau kasih makan apa anak isteri,”ujarnya menggerutu.

Kepada pemerintah, Eri dan rekanya yang lain meminta, agar melihat masyarakat yang susah. “Tolonglah pemerintah bisa kasih solusi. Jangan sampai ada lagi kelangkaan ini. Jangan hanya janji manis saat mau jadi saja. Bilang perdulikan dan utamakan masyarakat, kenyataanya, kok seperiti ini,”ujarnya dengan nada kesal. Kepada aparat penegak hukum. Ia juga meminta agar menindak tegas bila ada mafia solar yang bermain. Jangan kasih ampun dan harus ditindak tegas kalau ada mafia solar.(Presmed7)