
PRESMEDIA.ID, Lingga – Belum selesai dikerjakan, proyek jalan dari Dana Alokasi Khusus (DAK) fisik APBN di Tanjung Bungsu Kabupaten Lingga longsor.
Proyek DAK fisik APBN di Lingga yang dikerjakan kontraktor PT.Mega Cipta Abadi ini, Sebelumnya juga sempat diprotes dan didatangi oleh Bupati dan DPRD Lingga karena pengerjaanya dilakukan asal-asalan.
Namun setelah sebelumnya sempat dihentikan, Proyek tersebut kembali dikerjakan kontraktor dan kemudian longsor.
Dari pantauan Media, proyek dengan dana Rp3,4 Miliar dari APBN itu, terlihat mengalami longsor di bagian badan jalan. Lubang menganga menghabiskan sebagian badan aspal jalan pada sisi sebelah kanan. Aspal dan tanah badan jalan-pun longsor dan turun kedalam lembah jalan.
Sementara penyebab longsornya jalan tersebut hingga saat ini belum diketahui.
Ardi salah satu warga yang melintasi jalan tersebut mengatakan, sebelum Longsor, proyek jalan Tanjung Bungsu kabupaten Lingga itu pengerjaan sempat dihentikan dinas terkait dan Komisi II DPRD Kabupaten Lingga.
Namun setelah itu, pengerjaan proyek tersebut kembali dilanjutkan pihak kontraktor.
“Kami belum tahu apa penyebabnya tapi yang roboh itu belum sempat di aspal, tapi sudah langsung dipasang beton penyangga,” ujarnya.
Di Tempat terpisah, Wakil Bupati Lingga Neko Wesha Pawelloy yang mengetahui longsor dan robohnya proyek jalan itu, kembali turun ke lokasi mengecek keberadaan jalan itu Sabtu (23/10/2021)
Neko juga mengaku belum mendapat laporan soal pengerjaan dan longsornya proyek tersebut.
“Hari kami menuju ke lokasi longsor, nanti akan kita sounding ke OPD terkait. Dan mengenai laporan pengerjaan kembali proyek ini, kami juga belum mendapat laporan,” ujarnya saat dihubungi.
Atas kejadian ini, Neko juga mengatakan, akan melakukan langkah-langkah konkrit, sesuai kewenangannya sebagai Wakil Bupati Lingga dan sebelumnya hal tersebut juga sudah dilaporkan ke Bupati Lingga.
“Kemarin kita sudah laporkan juga ke bupati dan kawan-kawan media juga sudah mendapatkan rilisnya. Nanti tentunya kita akan lakukan langkah lain karena ini menggunakan uang negara, kita tidak ingin jadi masalah kedepannya nanti,” ujarnya.
Di Tempat terpisah Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kabupaten Lingga yang berusaha dikonfirmasi dengan kondisi proyek dan pelaksanaan pengerjaannya belum memberikan tanggapan.
Penulis: Aulia
Editor : Redaksi













