
PRESMEDIA.ID– Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bintan memberikan edukasi kepada warga Kecamatan Toapaya untuk meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi berbagai risiko bencana.
Kegiatan edukasi tersebut digelar di Aula Kantor Camat Toapaya, Kamis (27/8/2026). Kegiatan ini turut dihadiri Sekretaris Daerah (Sekda) Bintan Ronny Kartika, Ketua TP PKK Bintan Hafizha Ramadhani, serta pengurus TP PKK Kecamatan Toapaya.
Kepala BPBD Bintan Ramlah mengatakan, edukasi ini bertujuan agar setiap keluarga di Kecamatan Toapaya memiliki pengetahuan dan kesiapan dalam menghadapi bencana.
Menurutnya, keluarga menjadi salah satu unsur penting dalam penanganan bencana karena merupakan lingkungan terdekat masyarakat.
“Jadi kita inginkan setiap keluarga menjadi tangguh bencana. Maksudnya, mereka bisa bertindak sebelum, saat terjadi hingga setelah terjadi bencana,” ujar Ramlah.
Dalam kegiatan tersebut, BPBD Bintan memberikan pemahaman mengenai berbagai jenis bencana sekaligus langkah-langkah yang perlu dilakukan untuk menghadapinya.
Edukasi juga lebih banyak menyasar kaum ibu karena mereka dinilai perlu memiliki keterampilan dasar dalam menghadapi kondisi darurat yang dapat terjadi di lingkungan rumah.
Warga Dilatih Hadapi Kebakaran Akibat Tabung Gas
Selain memberikan materi secara teori, BPBD Bintan juga mengajak peserta melakukan praktik langsung penanganan kebakaran yang disebabkan oleh tabung gas.
Hal ini dinilai penting mengingat kebakaran akibat kebocoran atau ledakan tabung gas dapat terjadi ketika masyarakat sedang melakukan aktivitas memasak di rumah.
“Tidak hanya teori yang kita berikan, tetapi juga langsung mempraktikkan bagaimana menghadapi kondisi saat kebakaran yang ditimbulkan akibat tabung gas,” kata Ramlah.
Ia menyebut para peserta cukup antusias mengikuti praktik tersebut. Satu per satu peserta diberikan kesempatan untuk mempraktikkan cara menghadapi kondisi kebakaran secara langsung.
“Alhamdulillah, satu per satu dari mereka mampu mempraktikkannya langsung,” jelasnya.
Keluarga Harus Punya Rencana Evakuasi
Menurut Ramlah, kesiapsiagaan menghadapi bencana tidak cukup hanya dengan mengetahui cara memadamkan api atau menyelamatkan diri.
Setiap keluarga juga perlu memiliki rencana kesiapsiagaan dan evakuasi, sehingga anggota keluarga mengetahui apa yang harus dilakukan ketika bencana terjadi.
Keluarga juga diharapkan memiliki kemampuan dan kesadaran untuk menyelamatkan diri serta anggota keluarganya secara mandiri sebelum bantuan dari petugas tiba.
“Tidak hanya bisa menangani dan menyelamatkan diri saja dalam menghadapi bencana. Tetapi juga harus mampu bersinergi dengan pihak terkait,” ujarnya.
Jika terjadi bencana dalam skala besar, masyarakat diminta segera berkoordinasi dengan pihak berwenang, mulai dari tingkat RT dan RW, kelurahan, BPBD hingga kepolisian.
Warga Diminta Kenali Potensi Risiko Bencana
Ramlah berharap edukasi tersebut dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk mengenali potensi ancaman dan risiko bencana di lingkungan masing-masing.
Dengan pemahaman tersebut, setiap keluarga diharapkan mampu meningkatkan kapasitas dan kesiapsiagaan dalam menghadapi kondisi darurat.
“Kita minta setiap keluarga bisa menangani dan menyelamatkan dirinya sendiri dan keluarga yang dicintai secara mandiri sebelum bantuan datang,” ucapnya.
Usai kegiatan sosialisasi, BPBD Bintan dan TP PKK Bintan juga melakukan perjanjian kerja sama (MoU) terkait program keluarga tangguh bencana.
Kerja sama tersebut secara khusus menyasar kader-kader TP PKK yang berada di setiap desa hingga kelurahan di Kecamatan Toapaya.
Melalui kerja sama ini, BPBD Bintan berharap edukasi kebencanaan dapat semakin luas diterapkan di tingkat keluarga dan lingkungan masyarakat.
Penulis:Hasura
Editor :Redaksi
Sanggahan, koreksi, atau Hak Jawab sesuai UU Pers No. 40/1999 melalui email Redaksi presmedia.id: redaksi.presmed@gmail.com












