
PRESMEDIA.ID– Perum Bulog Kantor Cabang Tanjungpinang bersama Satgas Pangan melakukan monitoring ketersediaan bahan pokok di Pasar Bintan Center (Bincen), Tanjungpinang, Sabtu (13/6/2026).
Kegiatan ini dilakukan untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga komoditas pangan strategis sekaligus memastikan distribusi kebutuhan pokok kepada masyarakat berjalan lancar.
Kepala Cabang Bulog Tanjungpinang, Arief Alhadihaq, mengatakan bahwa stok pangan yang tersedia di gudang Bulog saat ini berada dalam kondisi aman dan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat dalam beberapa bulan ke depan.
Menurut Arief, Bulog Tanjungpinang saat ini memiliki stok beras sebanyak 2.000 ton yang diperkirakan cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga tiga bulan ke depan.
Selain itu, distribusi minyak goreng ke mitra Rumah Pangan Kita (RPK) juga terus dilakukan secara rutin setiap pekan guna menjaga ketersediaan di pasaran.
“Stok beras kita di gudang ada 2.000 ton dan untuk minyak goreng tersedia 20.000 liter,” ujar Arief.
Arief juga mengatakan, seluruh penyaluran beras SPHP dan minyak goreng dilakukan sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah.
Untuk beras SPHP, HET ditetapkan sebesar Rp13.000 per kilogram atau Rp65.000 per kemasan 5 kilogram. Sementara minyak goreng merek Kita dijual sesuai HET sebesar Rp15.700 per liter.
“Harga beras SPHP HET-nya Rp13.000 per kilogram atau Rp65.000 per 5 kilogram, sedangkan minyak goreng Kita HET-nya Rp15.700 per liter,” jelasnya.
Selain menjaga ketersediaan stok pangan, Bulog Tanjungpinang menyatakan, saat ini fokus menuntaskan program penyaluran bantuan pangan berupa beras dan minyak goreng di Kabupaten Bintan dan Kabupaten Lingga.
Program ini ditujukan untuk membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau dan mudah diakses.
“Saat ini penyaluran masih berjalan di Bintan dan Lingga. Masih ada sekitar 100 ton beras dan 50.000 liter minyak goreng yang akan disalurkan,” tutup Arief.
Penulis:Roland
Editor :Redaktur













