
PRESMEDIA.ID, Bintan – Diterjang gelombang dan angin kencang, rumah Syarifah (42) warga Kampung Nendiang RT 1/RW 1 Desa Mapur Bintan Pesisir kabupten Bintan roboh dan tenggelam Jumat (27/1/2023).
Selain merusakan rumah warga, gelombang dan angin kencang di desa itu juga menghantam pelantar umum milik masyarakat hingga putus sepanjang 10 meter. Sementara di RT 3, sebuah pelantar pribadi milik Aimah Alib juga rusak.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Ramlah, mengatakan bencana gelombang besar dan angin kencang yang menghantam dan merobohkan rumah warga serta pelantar di Mapur itu tejadi pada jumart dini hari.
“Kejadian Jumat dini hari tadi. Angin kencang dan gelombang tinggi tiba-tiba mengantam kawasan pantai Kampung Nendiang, akibatnya rumah warga roboh dan pelantar rusak,” ujar Ramlah Jumat (26/1/2023).
Ramlah juga mengatakan, memang saat ini ilayah pesisir Kabupaten Bintan sedang dilanda cuaca ekstrem.
“Beruntung pada kejadian ini, tidak ada korban jiwa. Karenakan pemilik rumah dan anak-anaknya saat kejadiaan juga sedang tidak berada di rumah itu,” jelasnya.
Dari monitoring pemantauan yang dilakukan BPBD Bintan lanjut Ramlah, akibat kejadiaan angin kencang dan gelombang tinggi ini, memgakibatkan tiga fasiltas RW 1 Kampung Nendiang mengalami rusak parah.
“Untuk korban yang rumah roboh, saat ini telah mengungsi ke rumah sanak keluarganya,” jelasnya.
Proses pendataan masih berjalan di lapangan. Sehingga belum dapat diketahui kerugian materil yang dialami oleh para korban bencana.
“Untuk bantuan logistik akan kita kirimkan besok melalui Dermaga Pantai Indah Kijang Kota,” katanya.
Penulis:Hasura
Editor :Redaksi












