
PRESMEDIA.ID– Dugaan korupsi dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di sejumlah daerah termasuk di Kepri, hingga saat ini belum tersentuh proses hukum oleh aparat penegak hukum.
Kondisi ini, berbeda dengan langkah yang dilakukan Kejaksaan Agung RI yang sebelumnya menetapkan sejumlah tersangka dalam kasus dugaan korupsi pelaksanaan program MBG ini.
Hal itu terlihat dari tidak adanya upaya penyelidikan dan Penyidikan atas dugaan Korupsi MBG oleh Kejaksaan dan Kepolisin di Provinsi Kepri.
Pemprov Kepri Tunggu Kebijakan Pusat Penghapusan MBG untuk SMA
Di sisi lain, Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) menyatakan, masih menunggu petunjuk resmi Badan Gizi Nasional (BGN) terkait wacana penghentian atau pengurangan penerima manfaat Program MBG untuk siswa tingkat SMA sederajat.
Ketua Satgas MBG Kepri, Nyanyang Haris Pratamura, mengatakan, hingga saat ini pemerintah daerah belum menerima instruksi resmi dari pemerintah pusat mengenai rencana pengurangan penerima manfaat MGB siswa SMA tersebut.
Namun menurutnya, meskipun muncul wacana pengurangan penerima manfaat, Pemprov Kepri berharap program MBG tetap dapat menjangkau seluruh peserta didik di daerah karena manfaatnya sangat dirasakan masyarakat.
“Juklak dan juknisnya dari BGN pusat belum da. Jadi kita mendorong agar penerima manfaat tetap mendapatkan program ini karena sangat dirindukan anak-anak,” ujar Nyanyang, Rabu (24/6/2026).
Nyanyang mengatakan, kebijakan pengurangan penerima manfaat sebagaimana tengah dikaji BGN Pusat ini, diperkirakan akan mengurangi sekitar 8 juta penerima manfaat secara nasional.
Meski demikian, ia berharap Program MBG untuk siswa SMA di daerah tetap dilanjutkan karena dinilai memiliki peran penting dalam mendukung pemenuhan gizi generasi muda sekaligus menjadi bagian dari program prioritas nasional.
“Kita berharap program ini terus berlanjut karena merupakan bagian dari Program Asta Cita Presiden,” katanya.
Pemprov Kepri Akan Koordinasi dengan BGN Pusat
Nyanyang juga mengtakan, untuk memastikan program tersebut tetap berjalan di Kepulauan Riau, Pemprov Kepri akan melakukan koordinasi langsung dengan pimpinan BGN.
Langkah ini dilakukan, agar realisasi Program MBG dapat segera menjangkau anak-anak yang tinggal di kawasan pesisir, kepulauan, serta wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar).
“Kita akan segera berkoordinasi dengan Ketua BGN pusat untuk merealisasikan program tersebut di kawasan pesisir, kepulauan, dan wilayah 3T yang direncanakan mencakup sekitar 150 titik,” ujar Nyanyang.
Program MBG di Tanjungpinang Dievaluasi
Sementara itu, berdasarkan informasi yang diperoleh media ini dari sejumlah pekerja Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Tanjungpinang, pelaksanaan Program MBG untuk siswa saat ini dihentikan sementara selama masa libur sekolah.
Selain itu, evaluasi juga sedang dilakukan terhadap pelaksanaan program oleh sejumlah SPPG yang beroperasi di Kota Tanjungpinang guna meningkatkan efektivitas dan kualitas layanan program tersebut.
Penulis :Roland/Presmedia
Editor :Redaktur
Sanggahan, koreksi, atau Hak Jawab sesuai UU Pers No. 40/1999 melalui email Redaksi presmedia.id: redaksi.presmed@gmail.com












