
PRESMEDIA.ID– Tingkat inflasi Provinsi Kepulauan Riau pada Juni 2026 kembali meningkat dibandingkan Mei 2026. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), inflasi tahunan atau year on year (y-on-y) Kepri naik menjadi 4,67 persen, dibandingkan Mei 2026 yang tercatat sebesar 3,92 persen.
Seiring meningkatnya inflasi, Indeks Harga Konsumen (IHK) Kepulauan Riau juga naik dari 112,47 pada Mei 2026 menjadi 113,15 pada Juni 2026.
Tanjungpinang Inflasi Tertinggi
BPS mencatat inflasi tahunan tertinggi terjadi di Kota Tanjungpinang, yakni sebesar 4,95 persen dengan IHK mencapai 110,83.
Sementara itu, Kota Batam mengalami inflasi sebesar 4,75 persen dengan IHK 113,91, sedangkan Kabupaten Karimun mencatat inflasi terendah, yakni 3,55 persen dengan IHK 109,68.
Selain secara tahunan, inflasi bulanan (month to month/m-to-m) pada Juni 2026 juga meningkat menjadi 0,60 persen, lebih tinggi dibandingkan Mei 2026 yang sebesar 0,38 persen.
Adapun inflasi year to date (y-to-d) hingga Juni 2026 mencapai 1,86 persen, naik dari posisi Mei 2026 sebesar 1,25 persen.
Kenaikan IHK Terjadi Pada Seluruh Kelompok Pengeluaran
BPS Kepulauan Riau menyebut peningkatan inflasi dipicu naiknya Indeks Harga Konsumen dari 112,47 menjadi 113,15.
Kenaikan tersebut terjadi hampir di seluruh kelompok pengeluaran, mulai dari kelompok makanan, minuman, dan tembakau, pakaian dan alas kaki, perumahan, air, listrik, gas, serta bahan bakar rumah tangga.
Selain itu, kenaikan indeks juga terjadi pada kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga, kesehatan, transportasi, informasi, komunikasi dan jasa keuangan, rekreasi, olahraga dan budaya, pendidikan, penyediaan makanan dan minuman/restoran, hingga perawatan pribadi dan jasa lainnya.
Emas Perhiasan dan Angkutan Udara Jadi Penyumbang Utama Inflasi
BPS menjelaskan sejumlah komoditas memberikan kontribusi terbesar terhadap inflasi tahunan di Kepulauan Riau.
“Komoditas yang dominan memberikan andil inflasi y-on-y Provinsi Kepulauan Riau pada Juni 2026 antara lain emas perhiasan, angkutan udara, nasi dengan lauk, bensin, cabai merah, beras, daging ayam ras, sigaret kretek mesin (SKM), angkutan laut, sewa rumah, cabai rawit, bayam, daging sapi, pendidikan, ikan, serta bumbu dan bahan lainnya,” demikian keterangan BPS.
Sementara komoditas yang memberikan andil terhadap deflasi tahunan hanya beberapa jenis, yaitu bawang putih, santan segar, ketimun, dan susu bubuk.
Untuk inflasi bulanan (m-to-m) pada Juni 2026, kenaikan harga terutama dipengaruhi oleh meningkatnya harga angkutan udara, bensin, cabai merah, bawang merah, bayam, emas perhiasan, jeruk, kentang, daun bawang, baja ringan, brokoli, dan udang basah.
Kenaikan harga berbagai komoditas tersebut menjadi faktor utama yang mendorong inflasi di Provinsi Kepulauan Riau sepanjang Juni 2026.
Penulis:Presmedia
Editor :Redaksi
Sanggahan, koreksi, atau Hak Jawab sesuai UU Pers No. 40/1999 melalui email Redaksi presmedia.id: redaksi.presmed@gmail.com












