
PRESMEDIA.ID– Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) mencatat, inflasi year-on-year (y-on-y) di provinsi Kepri Oktober 2025 mencapai 3,01 persen. Kenaikan ini disebabkan realisasi APBD yang mandek dan daya beli masyarakat yang menurun.
Dengan inflasi sebesar 3,01 persen, Indeks Harga Konsumen (IHK) Kepri pada Oktober 2025 tercatat naik menjadi 109,58, Kondisi ini menunjukkan adanya peningkatan harga barang dan jasa yang dikonsumsi rumah tangga sepanjang bulan tersebut.
Menurut data BPS, inflasi tertinggi terjadi di Kota Batam dengan angka 3,19 persen dan IHK sebesar 110,14. Sementara inflasi terendah tercatat di Kota Tanjungpinang sebesar 2,15 persen dengan IHK 107,02. Sedangkan Kabupaten Karimun mengalami inflasi y-on-y sebesar 2,58 persen dengan IHK 108,23.
BPS Kepri juga melaporkan bahwa inflasi month-to-month (m-to-m) atau bulanan di Oktober 2025 sebesar 0,36 persen, naik dari IHK 109,19 pada September menjadi 109,58 pada Oktober 2025.
Kepala BPS Kepri Margaretha Ari Anggorowati mengatakana, peningkatan inflasi ini dipicu oleh kenaikan harga kelompok makanan, minuman, dan tembakau yang naik 5,12 persen. Selain itu, kenaikan juga terjadi pada, Kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 1,17 persen, Perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,97 persen,
Kemudian kelompok kesehatan sebesar 2,07 persen, Kelompok pendidikan naik 1,32 persen, Penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 2,84 persen, serta Kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya yang melonjak hingga 15,17 persen.
Sementara itu, tiga kelompok pengeluaran justru mengalami deflasi, yaitu kelompok perlengkapan dan pemeliharaan rumah tangga, transportasi, serta informasi, komunikasi, dan jasa keuangan.
“Untuk tingkat inflasi year-to-date (y-to-d) di Kepri hingga Oktober 2025 tercatat sebesar 2,08 persen,” katanya dalam keterangan tertulis BPS Kepri.
Kondisi ini menunjukkan bahwa perlambatan realisasi belanja daerah dan lemahnya daya beli masyarakat masih menjadi tantangan utama bagi ekonomi Kepri menjelang akhir tahun 2025.
Penulis:Presmedia
Editor :Redaksi












